Here are 100 novels related to naman for you to read online. Generally, naman or similar novel stories can be found in various book genres such as Romansa, Urban and Rumah Tangga. Start your reading from Hayu at GoodNovel!
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.
bentak Dareen.
Nana menghentakkan kakinya dan segera melangkahkan kaki menjauhi, Dareen. Pria itu kembali tenang dan menikmati udara segar di taman. Kedua mata Dareen langsung tertuju pada rubik yang berada di sampingnya. Ia mengambil rubik tersebut, dan melihat ada sebuah nama disana.
"Ternyata nama anak laki-laki itu Nathan. Nama yang indah." gumam Dareen.
"Jam enam pagi, telat sedetik saja sampai ketemu di kantor polisi."
Kimmy mendecih, pria itu sangat menyebalkan. Tapi ngomong-ngomong dia siapa? Bahkan Kimmy belum tahu namanya. Kalau ternyata dia psikopat berdarah dingin gimana?
"Tunggu!" Teriakan Kimmy menghentikan langkah pria itu. "Nama lo siapa?"
Pria itu menolehkan kepalanya ke samping lalu berkata, "Reyvan."
Luka nya terasa makin dalam
Malam itu, Nadin memberanikan diri bicara lagi dengan Rama.
"Ram, kamu nggak bangga sedikit pun sama aku?" suaranya lirih.
Rama menoleh, agak bingung.
"Bangganya kenapa? Karena dipanggil camat?"
Nadin menahan air mata. "Karena aku berusaha keras. Karena orang lain bisa lihat aku berharga. Aku cuma... pengen kamu lihat juga."
tanya Anzar.
"Ada banyak spekulasi," jawab Sammy. "Tapi nama yang sering muncul adalah Subagio Dormanjoyo. Dia adalah pengusaha besar yang memiliki koneksi luas, termasuk dengan beberapa pejabat tinggi. Tapi ingat, dia bukan orang yang mudah disentuh. Bahkan menyebut namanya di tempat yang salah bisa membawa masalah."
Amira mencatat nama itu dalam pikirannya. Subagio Dormanjoyo. Dia mungkin adalah kunci dari semua ini.
Semua hal itu kini hanya menjadi kenangan yang tidak pernah terwujud.
Aku teringat saat-saat ketika Adrian dan aku berbicara tentang nama-nama yang ingin kami berikan kepada anak kami. Kami bahkan sudah membuat daftar panjang yang penuh harapan.
“Jika kita punya anak perempuan, bagaimana kalau kita namakan dia Bella?” atau “Kalau lelaki, mungkin kita bisa memanggilnya Leo.” Semua itu terasa seperti mimpi indah yang tiba-tiba hancur menjadi puing-puing.
Dan Nania sukses membuatnya semakin mahal.
“Brata! Kamu datang juga!” Seorang pria berperut besar dengan rambut putihnya yang mencuat menghampiri Brata. Namanya Indra. Seorang pemilik perusahaan yang diselamatkan oleh Brata dan menjadi tuan rumah di pesta hari ini. “Dan anda ....” Indra melirik Nania dengan mata menilai.
“Dia Nania.” Brata melirik istrinya. “Nania, dia rekan kerjaku, Indra.”
“Iya, Bu. Tania paham.”
Fahry Aditama, pria yang berusia satu tahun di atasku itu akhirnya benar-benar mengucapkan ikrar ijab kabul atas namaku, Tania Nadira Binti Edi Santoso dengan suara yang lantang dan tegas. Fahry mengucapkan ijab kabulnya hanya dengan sekali tarikan napas. Kulihat tangan kekarnya dengan pasti menggenggam tangan keriput ayahku saat ia mengucapkan kalimat sakral itu.
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as naman
"Itu aja namanya?"
Byan mendengus, "Abyan Caesario Danish Raffardhan."
"Wow. Nama yang cakep kayak orangnya. Tapi namaku juga cantik. Kayak aku. Eh, Byan kelas berapa? Aku kelas dua SD mau kelas tiga. Byan suka olahraga ya? Olahraganya apa?"
ucapnya nyerah.
Jangan sampai inget mas, sampai kapanpun kumohon lupakan.. kalau perlu hapus ingatan kecil itu. bisa koprol nanti kamu kalau tahu. Daffa Itukan nama salah satu dari mantanku dulu. Hahahaha.
__________
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 396 Times as naman