Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku
nasehat dokter Ilham sama seperti biasanya, lelaki ini selalu lembut, tidak pernah marah-marah heboh seperti dokter spesialis atau konsulen lain.
"Kalau kamu ada kepentingan atau ada urusan yang urgent, minta tolong sama teman kamu. Kamu punya tim, kan? Kita kerja urusannya sama nyawa dan fisik orang, Je. Salah dikit kita bisa bikin mereka cacat atau bahkan meninggal."
Nara mengangguk, rasanya dia benar-benar bodoh sekali!
"Saya cuma mau bilang itu, Je." ucapnya lagi. "Temui bang El besok. Minta maaf dan terimakasih padanya. Soal dokter Jefri, saya udah tangani beliau tadi."