Kelir Getih (Layar Berdarah)
kata Raka, melangkah keluar dari balik mobil yang ringsek, menghadap langsung Brotoseno, sementara di belakangnya, Kirana berjuang menahan Drajat.
“Ayahmu lelah! Ki Anom lelah dengan suluk yang tak didengar. Dia menulis Warisan Cahaya karena ia gagal menggenapkan lakon ini,” balas Brotoseno, suaranya menipis karena emosi. “Aku, aku menuntaskan naskah itu. Banyu, Agung Kusuma, mereka hanya peran pendukung. Kau adalah pemeran utama.”
Raka merasa nyeri di kakinya semakin hebat. Ini bukan duel wayang. Ini duel trauma.
Hot Chapters