Sang Pewaris Arogan
Namun ketika matanya terbuka lagi, tak ada sisa kelembutan di sana, hanya ada tekad dingin yang tajam seperti kaca.
“Rencana ketiga sudah dimulai,” ucapnya pelan, hampir tanpa emosi. “Setelah ini… tinggal menunggu waktu sampai semuanya runtuh.”
Ia menatap layar komputernya sekali lagi. Di sana, terdapat sebuah file bernama “Skenario Akhir.”
Ia menggerakkan kursor, membuka file itu perlahan. Dalam layar, muncul skema besar yang menghubungkan beberapa nama. Di tengah diagram itu tertulis satu kalimat tebal,
Hot Chapters