SANG PEWARIS
“Aku sudah pernah ngajarin kamu dasar-dasarnya, gimana caranya menutupi rasa takut dan gugup di hadapan orang lain, sekarang saatnya kamu mempraktekkannya. Gimana, bisa?”
Haniyah menghela nafas, ia mengangguk pelan meskipun jantungnya berdebar kencang. “Insyaa Allah bisa Mbak,” jawabnya.
Melihat Haniyah yang masih dilanda ketakutan, Zaliyah akhirnya membaca, “Rabbi ishrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul ‘uqdatan min lisani, yafqahu qawli. Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah urusanku. Lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Agar mereka mengerti perkataanku.”
ตอนยอดนิยม