ONE MORE TIME!
“Nggak mungkin, lah, dia balas dendam melalui adik lo. Dia pasti bakalan balas dendam langsung ke elo.”
“You think?”
“Yup!” Fian menyudahi permainannya dan merangkul Arziko. Ditatapnya laki-laki itu sekilas, kemudian tatapannya beralih pada Eriska. Manis adalah kata pertama yang terlintas di otak Fian, ketika dia melihat senyum dan tawa gadis itu. Memperlihatkan lesung pipit kanannya yang hampir menyentuh sudut bibir, bukannya tepat di pipi seperti kebanyakan orang. “Lagian, lo pikir, deh. Gadis secantik dan semanis Eriska, mau balas dendam kayak gimana, sih? Hmm? Paling mentok juga, dia cuma ngisengin elo doang.”
Bab Populer