Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HANYA KARENA IBU RUMAH TANGGA, AKU DIREMEHKAN SUAMIKU!

HANYA KARENA IBU RUMAH TANGGA, AKU DIREMEHKAN SUAMIKU!

Aku baru menyadarinya setelah Abang tukang bakso itu menegurku. "Neng, ini baksonya masih mau dimakan nggak, ya?" tanyanya. Aku pun menoleh dan melihat mangkuk yang ternyata baksonya masih utuh. Saat itulah aku menyadari bahwa Musda sudah tidak ada. "Loh, anak saya kemana, Mang?" tanyaku mulai cemas.
1056.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
MENCINTAI ABANG ANGKAT

MENCINTAI ABANG ANGKAT

"Usaha apa yang Abang akan buka di kota ini?" Abang? Aduh Pak, tolong. Panggil dia Malik. Ma.. lik. Tapi, bisnis apa yang sedang mereka bicarakan? Malik akan membuka usaha di sini? Dia tidak akan kembali ke Medan? Tidak mungkin. Apa ini sebuah jebakan untuk Pak Yaz?
1047.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai not abang tukang bakso
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Siti Sartika
dan tamat... makasih kak Manda... bener katamu ini cerita bikin ngga akan bisa moveon dalam waktu deket.... pasti kebayang-bayang terus manisnya Bang Malik, kocaknya Haikal. dan persahabatan rasa saudara itu nyata adanya... banyak pelajaran dalam kehidupan yang sering terjadi di sekitar kita
Asri Hasriani
Aku suka alur ceritan novel dari author Manda Azzahra terus lah berkarya,didalam cerita novel memiliki kesan yg baik ad sedih, senang, marah,bahagia, sakit hati , kecewa, dan keluarga, bahkan persahabatan yg tak memandang kekurangan masing2, dan yg paling penting adalah CINTA MEREKA YG TULUS.
Baca Semua Ulasan
Ternyata Kaya Tujuh Turunan

Ternyata Kaya Tujuh Turunan

“Iya, dong! Memangnya kamu kalau makan bakso nggak ditambahin ini itu?” Narendra menggeleng. Selama ini dia memang menikmati bakso tanpa menambahkan apa pun. Bakso yang biasa dimakannya berkuah jernih dan gurih. Tidak perlu menambahkan apa-apa karena itu saja sudah sangat lezat. “Eh, aku bilangin sesuatu, ya,” Agnia agak memajukan tubuh dan berbisik, “Kamu tahu nggak kalau warung bakso itu banyak yang pakai persugihan?”
9.31.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63.0K kali sebagai not abang tukang bakso
Tampilkan Ulasan (379)
Baca
+Pustaka
Serenity
hai~ terima kasih untuk yang kemarin udah ikutan Live Comment di Faceb00k, yaaa~ oh iya, aku udah umumin pemenang GA di fanpage faceb00k, ya (search: GoodNovel ID - Ternyata Kaya Tujuh Turunan). untuk pemenang langsung tinggalin ID GoodNovel kamu di kolom komentar, ya! sayang kalian banyak-banyak
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Baca Semua Ulasan
Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat

"Sambalnya jangan terlalu banyak!" ujar Abizar yang melihat Gea memasukkan satu sendok penuh sambal di mangkok baksonya. Kini Gea dan Abizar sudah bersama kedua mama mereka di restoran kesukaan Gea. Restoran mahal yang pada buku menunya menyajikan menu Bakso kesukaan Gea. Bakso spesial yang harga satu porsinya hampir satu juta rupiah. Katanya sih dagingnya adalah daging pilihan, bihunnya adalah bihun berkualitas, dan kaldunya sebagai campuran kuahnya juga tidak kalah premium. Belum lagi tahu bakso dan bakwannya, semua racikan chef ternama ibukota. Kalau kata Fanny sih 'Bakso Sultan'.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Ajak Kiki pada Lee. "Baiklah, lalu siapa yang akan membayar makanan ini?" "Tentu saja aku, tenang aku telah menyiapkan uang untuk membayarnya," jawab Kiki lalu menunjukkan uang yang ada di dalam tas mininya. "Berapa bang?" Tanya Kiki. "Seperti biasa, dua mangkok, tiga puluh saja, Neng," jawab Abang tukang bakso. Kiki mengulurkan uang lima puluh ribu kepada penjual jalanan itu.
1069.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Mas Penyiar Radio

Terpikat Pesona Mas Penyiar Radio

“Pak, baksonya dua!” Mendengar teriakanku, membuat abang tukang bakso itu berhenti. Usianya memang terlihat masih muda, tetapi aku sengaja memanggilnya ‘Pak' supaya dia tidak baper. Apalagi dia pernah menanyakan statusku kepada Ayah dan berniat menjadikan istri gara-gara aku memanggilnya ‘Mas'. “Baksonya berapa, Mas?” tanyaku ketika pertama kali membeli baksonya saat lewat di depan rumahku.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

Suamiku Bukan Kuli Panggul Biasa

“Kalau begitu belikan aku martabak premium Mas Anto itu. Kamu pasti tahu.” Sigit mengangguk. “Tahu,” jawabnya yakin. “Mau yang mana?” Kugaruk daguku yang tidak gatal kemudian aku menghela napas pelan. Tidak sampai hati aku menyusahkannya yang pastinya berpenghasilan sangat kecil. Martabak premium harganya lima puluh ribuan keatas. Tidak ada yang murah. Uang seorang kuli panggul yang kutahu dibawah harga martabak premium.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa

Suamiku Bukan Tukang Ojol Biasa

"Hahaha...masa sih sayang. Tapi naik angkot kamu tidak mabuk?" "Bedalah mas, mobil bagus sama angkot. Enak angkotlah, ac nya lebih alami." Seketika Mas Aldo tertawa dan langsung mengajakku pulang. Mas Aldo harus segera berangkat narik ojol. Sedangkan aku harus segera mengolah rendang ini. Karena waktu memasak rendang cukuplah lama. "Sayang, aku langsung berangkat ya. Takut kesiangan, nanti gak dapat duit lagi."
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

"Ha? Abang promosiin ya? Jangan dong, Bang. Warung ini tidak cocok untuk menjamu tamu, ini hanya warung kelas bawah yang dipakai remaja nongkrong. Restaraun yang menyediakan menu bakso kan banyak." "Aku tidak menawarkannya, mister Dave sendiri yang mau ke sini. Ayo, ikut Abang menyapa mereka."
1084.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai not abang tukang bakso
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
smk sumbangsihm2
Salam kenal kak.. pertama baca gara2 lokasi cerita di kampung halaman aku. sepertinya kak author sangat mengenal kota Jambi. Aku seperti pulang kampung karena semua lokasi yg disebut langsung terbayang, apalagi setting thn 1997. Tahun terakhir sebelum merantau. Semoga sukses selalu yah
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Ibu mertua penasaran. "Iya, Bu, itu tukang bakso. Memangnya kenapa, Bu? Tidak boleh jajan bakso 'kan, Bu, mending nanti rebus singkong sama daunnya saja," komentarku atas perhatian Ibu pada klentengan suara mangkuk diketuk.
7.346.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai not abang tukang bakso
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status