Aku Pergi, Mas
"Aku hanya ingin menyampaikan satu hal sebelum kau pergi. Barangkali kau sudah lupa. Tidakkah apa kau bawa itu milik keluargaku. Kunci mobil, pakaian, ponsel, bahkan uang yang kau dapatkan itu hasil bekerja di perusahaanku dengan ijazah sarjana yang juga kau peroleh karena belas kasih keluargaku.
Kau masih ingat 'kan, apa yang kau bawa saat pertama kali menginjakkan kaki di rumahku? Jadi, jika berkeras ingin pergi, maka pergilah tanpa membawa apapun," cibir Ammar dengan sinis.
'Ck, aku yakin, dengan begini dia tidak akan pergi. Mau hidup dengan apa dia di luar sana?' batin Ammar merasa menang.
Deg.