Takdir Miranda
Air mata mengalir deras dari pipinya.
"Mengapa kamu bisa berbuat hal serendah itu pada sesamamu, Miranda? Tidak merasa berdosakah kamu pada Mbak Rania? Bagaimana kamu bisa setega itu merusak rumah tangga orang lain, Miranda? Sejak remaja kamu membenci sosok pelakor, lalu sekarang kamu malah menempatkan dirimu sebagai sosok yang sama. Sudah hilangkah akal sehatmu? Bagaimana jika mamamu mengetahui petualanganmu, Miranda, apakah menurutmu ia akan berbangga hati?" Mira menghujani Miranda dengan serentetan pertanyaan, air mata semakin deras mengalir di kedua pipinya.
Hot Chapters