Kembang Api di Pengujung Malam
Pada hari pesta perayaan satu bulan kelahiran anak sahabatku, suamiku, Evans Ardiono, menghadiahkannya sebuah vila.
Aku mengira dia salah memberikan hadiah, tetapi ekspresinya tetap tenang saat berkata, "Anak Chloe adalah anakku. Vila itu hadiah untuknya."
Tubuhku seakan jatuh ke dalam jurang es. Aku bertanya dengan enggan, "Sejak kapan?"
Dia mengernyit tidak sabar.
"Memangnya itu penting?"
"Ke depannya, kau tetap Nyonya Ardiono. Punya uang, hidup santai, jadi ibu tanpa rasa sakit. Bukannya itu bagus?"
Namun, Evans tidak tahu.
Dia mengidap azoospermia parah. Yang tidak bisa punya anak bukan aku, melainkan dia.