Istri Kontrak Sang Hafidz
“Setiap hari, Kak. Bahkan sebelum diminta.”
Ia tersenyum, lalu pergi.
---
Selama ia pergi, rumah terasa kosong. Aku tetap mengurus rumah seperti biasa, tapi ada yang hilang. Diam-diam, aku merindukan kehadirannya. Bukan hanya suara pintu dibuka, atau aroma kopinya di pagi hari, tapi… kehadirannya sebagai teman diamku.
Aku menyibukkan diri dengan menulis. Kali ini, aku mulai mencoba membuat cerpen islami. Rayyan pernah bilang, menulis yang menginspirasi itu salah satu bentuk dakwah. Maka aku mencobanya.
Hot Chapters