GEMA JATI
Sesudahnya, dia keluar seraya melipat kresek dan menyimpannya ke saku jas.
“Sudah siap, Tuanku,” kata sang asisten, menghadap Adipati Dristan. Dia menyingkir, memberi jalan untuk Adipati Dristan memasuki ruangan.
Yuswan secara refleks merapatkan diri lebih dekat ke Tikta. Di sebelah lain Tikta, Soga tidak berani sekadar bergerak.
Pemandangan di dalam ruangan tidak biasa dan aroma dupa yang perlahan menyengat membuat mereka bertiga bergidik. Dalam pikiran mereka segera bergema dua kata: tempat ritual.
Hot Chapters