Pulang Kampung Bawa Sultan
"Padahal lebih baik kerja di Indonesia loh, dari pada jauh-jauh ke Malaysia. Upah juga cuma berapa kan. Di sini juga UMR udah besar, kalo hanya empat juta di kota juga dapat ... kalau suami saya sih, guru. Udah PNS. Jadi besar. Ada gaji ke tiga belas, sertifikasi, banyak lah."
Bang Rasya hanya tersenyum dan mengangguk.
"Itu mobil. Sewa?"
Bang Rasya menunduk dan tersenyum lagi. "Iya saya sewa dari Jakarta."
"Oh, pantes. Udah ketebak sih."
.
Waktunya makan-makan. Kami--para perempuan--mengangkut makanan dari dapur.
Shena mendekatiku dan berbisik, "Udah dicobain belum dia, Mbak? Sekuat Bang Wisnu tidak?"
Hot Chapters