Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

Sementara Aruna beranjak dari kursi di meja makan tersebut. Namun, sebelum ia keluar dari ruang makan Aruna pun berucap, “Ayah, kata Arumi dua hari lagi dia mau ke Semarang. Ayah akan antar Arim ke Semarang atau Arim akan jalan sama temannya?” tanya Aruna. Darmawan yang mendengar ucapan putri pertamanya pun menjawab, “Kata Arimbi, dia akan naik kereta bersama temannya.”
910.6K viewsCompletedAdded to Library 370 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
MENIKahi ARJUNA

MENIKahi ARJUNA

Tanya Menik balik. Arjuna mengerutkan keningnya. Dia tidak ingat punya kenalan gadis dengan rambut berkepang dua di hadapannya ini. Namun dari seragam yang dipakainya Arjuna tahu bahwa itu seragam salah satu pabrik yang jadi kliennya. "Nggak," jawab Arjuna pendek.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Di Balik Asmara Sang Aktris

Di Balik Asmara Sang Aktris

Ia biasanya hanya diam, dan enggan untuk menjawab. "Tumben, lo berani ngomong begitu, Na?" tanya Navisha Silvana yang merupakan ketua perkumpulan arisan tersebut. Rana tersenyum, ia menghormati Navisha. Perempuan baik itu pasti sama jengahnya dengan sikap Rininta, dan beberapa teman dekatnya yang lain. "Tapi, sikap lo oke banget. Gue juga merasa arisan ini enggak lagi menyenangkan ya, tahun ini. Mungkin tahun depan, gue harus memilah mana yang bisa masuk, dan mana yang enggak. Lo, Rana Diatmika Husada, adalah pilihan utama gue."
102.6K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Suara panah berdesing, darah muncrat, dan teriakan menggema di seluruh lembah. Lalu—suara itu datang. “Raras!” Ia melihat sosok lelaki itu, mengenakan zirah perak, berlari ke arahnya. Namun sebelum ia bisa menjangkau, panah menyambar, menembus udara, dan— “Nimas Ajeng!” Raras tersentak. Tubuhnya terhuyung dari kursi rias, dan salah satu dayang buru-buru menahan bahunya. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi pelipisnya.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

"Sepertinya Anda memiliki banyak waktu luang, Tuan Bima." Raina dan Bima menoleh. Arjuna Dirgantara berdiri tidak jauh dari mereka, mengenakan setelan jas abu-abu yang rapi. Wajahnya datar, namun matanya memancarkan kilatan tajam yang sangat dikenal Raina. Kilatan kemarahan, kecemburuan, dan kendali. Ia pasti sudah mendengar sebagian percakapan mereka.
10959 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Skandal Asmara Gadis Bangsawan yang Tertindas

Skandal Asmara Gadis Bangsawan yang Tertindas

"Hahaha... kita dapat jarahan banyak. Kaum bangsawan tengik memang harus dikasih pelajaran." Belum selesai dia membual, sebuah anak panah melesat cepat. Pria bercodet tak sempat menghindar. Kayu tajam berujung besi itu sukses menghantam bahunya. "Aarrrgghh! Sialan! Siapa yang berani menentangku?" Kereta kuda itu mendadak berhenti diiringi ringkik keras kuda yang menariknya. Seorang pria berperawakan tinggi tegap turun dari sana. Wajah tampannya segelap malam.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Asmara Terlarang di Kereta Api

Asmara Terlarang di Kereta Api

"Yoga, kamu bangun nggak? Aku nggak bisa lihat, tolong bantu aku." Suara Anita terdengar sangat kecil. Dia sepertinya takut mengganggu orang lain. Dia juga mengetuk-ngetuk rangka ranjang bawah tempat Yoga seharusnya berada. Mendengar perkataan Anita, aku baru teringat sesuatu. Dia menderita rabun senja sejak kecil. Dia memang tidak bisa melihat apa pun dengan jelas saat keadaan gelap. Aku dan Yoga pun merasa lega. Yoga segera menarik celananya ke atas. Dia berjinjit pelan kembali ke tempat tidurnya sendiri.
4.3K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

ASMARA RUSUN SIMPANG TIGA

teriak Arin dengan senyum lebar. Matahari mulai merunduk di ufuk barat, memberikan warna jingga dan merah pada langit kota. Arin merasakan bahwa hidupnya kini benar-benar mulai berjalan ke arah yang lebih baik tanpa rahasia, tanpa ketakutan, dan penuh dengan harapan untuk masa depan yang cerah bersama orang yang dicintainya. ***
101.1K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Cinta sang Asmara

Cinta sang Asmara

balas Asmara. Layina terbahak kencang yang turut menular pada Asmara. Sejak kecil Layina adalah salah satu orang yang paling dekat dengan Asmara. Sifat mereka juga hampir sama dan oleh karena itu tak heran jika mereka saling 'menyayangi'. "Lebih baik kamu memakai pakaianku saja untuk bertemu dengan Farhan." Asmara mendengus, Layina mengingatkannya lagi akan masalah Farhan.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
Pemikat Hati Sang Kapten

Pemikat Hati Sang Kapten

Asmara lekas berlari ke arah pintu, mengabaikan penampilannya yang masih mengenakan celemek. "Assalamualaikum Pak De," sapa Asmara sembari menyalami tangan Arjuna. "Mana Gendis?" Suara dingin Arjuna menarik atensi Asmara. Tiba-tiba ada firasat buruk yang akan menimpa dirinya dan Gendis. Akh .... Asmara tak suka ini. Sudah ia katakan bukan, sejak mengiyakan titah Eyangnya untuk ke Jakarta, ada saja hal hal di luar prediksi yang menimpa dirinya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as panah asmara arjuna
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status