Malam Terlarang Bersama Paman
kata Adrian dengan suara sendu, “aku tidak suka ada yang memperlakukan kamu seenaknya. Apalagi berkata tidak pantas seperti tadi. Aku tidak suka orang yang aku cintai dan sayang—”
“Om!” Nada memotong ucapan sang paman, “berhenti berkata kalau Om mencintai aku atau semacamnya.” Nada sedikit sewot.
“Kenapa?” timpal Adrian.
Netra kecokelatan Nada mentap mata hitam sang paman. Kini Adrian sedang dalam kondisi sadar, dia tidak mabuk. Namun, sedetik kemudian tatapan mata Nada kembali sayu.