Papaku Masih Perjaka
Sabrina dan Gama berdiri dan berjalan cepat mendekat, perawat itu meminta mereka menunggu karena dokter akan menjelaskan kondisi yang dialami Maha.
“Begini Pak, Bu. Untuk luka luar saya tutup dengan tiga jahitan, ada memar juga di tangan dan kaki. Ini bisa diobati dengan salep memar, tapi karena anak Anda pingsan, takutnya ada cidera di kepala, jadi Ananda harus di MRI. Silahkan ikuti perawat untuk prosedurnya, untuk Ananda bisa dibawa ke ruang perawatan,” ucap dokter panjang lebar.
“Apa putra kami belum sadar dok?” tanya Sabrina cemas.
Hot Chapters