Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dead&Queen

Dead&Queen

Di layar laptop, Gio menulis kalimat pembuka laporan itu. “Kami bukan korban. Kami hanya orang yang menolak di bungkam.” Ia berhenti sejenak, lalu menatap dua temannya. “Kalimat pembuka ini udah cukup kuat belum?” Rian menjawab tanpa menoleh. “Kalau mereka baca itu, mereka tahu siapa kita.” “Bagus,” kata Alma pelan. “Karena itu memang kita.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kata Kabisan sebagai kalimat pembuka. Buku yang selebumnya masih tertutup, sekarang hadirin buka lebar-lebar. “Saya rasa semua sudah tahu bahwa Kulstar tengah berada di tangan pemimpin yang salah. Dan, Kali Asin menentang pemerintahan. Jalan kita saat ini terbuka sangat lebar, dengan kedatangan manusia dari bumi, yang berada dipihak kita. Kita akan bekerja sama dengan manusia bumi.” Lanjut Kabisan.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Kakak Ipar yang Meresahkan

Kakak Ipar yang Meresahkan

perasaan yang belum bisa ia namai. Presentasi dimulai. Cahaya dari proyektor menyala, menyorot layar putih yang kini menampilkan logo perusahaan dan slide pembuka. Edric melangkah maju ke sisi layar, menyentuh remote presenter, lalu mulai berbicara dengan nada tenang dan artikulasi jelas. “Good morning, everyone. Thank you for attending today’s meeting. Let me start by presenting the initial progress on our product development and some strategic plans based on the current market analysis.” Edric membuka meeting.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Iya. Aku perlu melihat perasaanku sendiri dalam bentuk teks fisik. Tapi aku kesulitan menata paragraf pertamanya." Raina menjeda kalimatnya. Terdengar helaan napas pendek dari seberang telepon. "Boleh aku minta saranmu soal cara memulainya?" tanya Raina akhirnya. Aku terdiam total. Mataku menatap kosong ke arah deretan gedung pencakar langit Jakarta di luar jendela.
9.471.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Perlahan dia mulai membuka halaman pertama. ***
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

“Ini tidak terlalu berat kalau dijalani.” Eve menyedot ingus dan mengelap hidungnya dengan punggung tangan. “Tetap mustahil hidup biarpun rekan satu regu yang menemukan Kunci. Peraturannya jelas. Hanya sang pemegang pertama yang dapat membuka Bilik.” “Maksudnya?” Ronal mendadak berhenti dan ikut nimbrung. Eve mendengus sebelum menjelaskan, “Kalau salah satu dari kita menemukan Kunci. Hanya pemegang pertama yang dapat membuka Bilik. Itu sudah jelas di peraturan.”
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Tapi kalimat berikutnya membuat tawa itu membeku: “Lemari dibuka dengan menulis kalimat pembuka yang sama tiga kali, dipisah dengan satu spasi kosong di antaranya, lalu disusul satu kalimat yang berhenti di Tengah, dan tidak kau lanjutkan.” Kalimat pembuka? Kalimat apa? Aku menatap kembali esai lamaku. Kalimat pertamanya: “Hujan tidak pernah benar-benar turun pada waktu yang kita minta.” Aku menyalin kalimat itu ke dokumen kosong. Kutulis tiga kali, memisah tiapnya dengan satu baris kosong. Lalu “satu kalimat yang berhenti di tengah”. Aku mengetik: “Kalau aku menunggu di ujung gang, mungkin kamu akan” dan berhenti. Kutahan jariku. Tidak ada yang terjadi. Hanya kursor berkedip-kedip, seperti
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

Mataku kini berpendar kearah lainnya sambil mengelak ucapannya "tidak juga. saya memang seseorang yang mudah terbaca" Claire hanya menganggukan kepalanya pelan, dengan senyum tipis terukir diwajahnya. tangannya kini mulai membuka buku bersampul putih tersebut dengan penuh kehati - hatian. Dihalaman pertama, tidak ada hal yang menarik selain sebuah tulisan yang bertuliskan "aku, dia dan petualangan yang nyata"
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

Ia membuka halaman pertama. Suara Reyan terdengar di benaknya: Kalau kamu ragu, buka halaman pertama. Dan di sana, ia menemukan versi dirinya yang dulu. Yang gemetar menulis kata pertama. Yang takut. Tapi tetap berani. Tangannya bergerak. Perlahan. Membuka dokumen baru. Judul yang ia ketik: Mereka yang Kupanggil Rumah.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

“Ya, benar. Setiap individu di ruangannya ini memiliki porsi kepentingan yang berbeda sesuai kadar yang sudah kami putuskan bersamaku. Setiap orang memiliki stok waktu untuk terbuka.” “Hmm, begitu ya. Ben, apa kau ... eh, maaf maksudku ... apakah Anda bersedia mendengarkan ujaran terakhir dari bagian pembuka ini?” “Boleh saja, jika itu kau anggap penting.” “Penting?” “Oh?” “Apa semua tanya jawab aneh kita pada pembukaan psikis ini semuanya penting?”
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai paragraf pembuka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status