Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

Itu berarti ada celah terang dalam gelapnya misteri kecelakaan mobil yang mirip milik Azalea. Tangan El yang mencengkeram setir terasa kaku, sendi-sendinya menegang. Ia tidak peduli bahwa sekarang jam sudah menunjuk ke tengah malam, atau fakta bahwa tubuhnya yang terasa letih setelah ia melewati hari yang begitu panjang. Hatinya El terasa lebih gelisah, dan satu-satunya hal yang ada di pikirannya sekarang hanyalah kebenaran.
1025.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 698 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Handsome, But Dangerous!

Handsome, But Dangerous!

kata Kenan dan langsung mematikan panggilan. Kenan menyimpan handphone itu paaa saku celana nya. Dia mengambil kunci mobil dan dompet miliknya. Kenan memakai topi berwarna hitam kemudian melangkah pergi meninggalkan apartment. **** Sebuah mobil berwarna merah melaju dijalanan tengah malam. Mobil itu melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Di dalam mobil itu terdapat dua manusia berbeda gender.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Terjebak Dalam Novel

Terjebak Dalam Novel

ungkap Kath tidak sabar. Secara perlahan Kath melihat pelayan tersebut menyelipkan tangannya ke saku apron, mengeluarkan sebuah gantungan kunci kecil berwarna hitam. Tangannya bergetar saat benda itu berpindah ke telapak tangan Kath. “Mobil staf dengan nomor plat 1345 … yang di garasi belakang bangunan ini. Gunakan jalur area servis. Kamera di sana mati setiap pergantian shift pada malam hari , lima menit … tidak lebih.”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Dikira Satpam Hidung Belang Ternyata Dewa Perang

Ia menginjak rem dengan hati-hati, mengendalikan mobil yang mulai tidak stabil, dan akhirnya berhasil menepikan kendaraan itu ke pinggir jalan dengan susah payah. Celeste turun dari mobil dan menatap ban depan kiri yang sudah kempes total dengan napas yang masih sedikit tidak teratur. 'Kenapa sekarang.' Ada ban cadangan di bagasi, ia tahu itu. Tapi mengganti ban sendiri di tengah malam adalah hal yang tidak pernah ia pelajari dan tidak ingin ia pelajari malam ini. Celeste merogoh ponselnya. Membuka daftar kontak, mencari-cari.
1047.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 994 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
ekadermawan89
fresh ceritanya, mantap thor. Saya sudah baca 6 dari 7 karya-karya keren beliau. Rianoir ini salah satu penulis novel yang produktif, kreatif sekaligus imajinatif dan disiplin di waktu yang sama. tetap konsisten brother ...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan

Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan

Hanya itu satu-satunya pegangan yang bisa ia genggam malam ini. Namun ditengah perjalanan, tepat di sebuah persimpangan jalan yang sepi, mobil mereka mendadak berhenti. Sopir terlihat panik, karena dari arah depan dan belakang, sebuah mobil lain langsung menghadang. Lampu sorot menyilaukan, membuat Malika refleks menutup mata dengan tangan gemetar. “Madam…” Bisik Malika, jantungnya seolah copot.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Jerat Rahasia Kapten Ragnar

Jerat Rahasia Kapten Ragnar

Drive data di dalam tas terasa begitu berat di pangkuannya, seolah membawa beban ribuan nyawa yang siap hancur. Ragnar mengemudikan mobil dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali meremas paha dalam Valencia dengan posesif. Sentuhannya yang panas menembus kain rok Valencia, mengirimkan getaran halus yang membuatnya sulit untuk fokus pada rencana mereka. Dug-dug-dug! Jantung Valencia berdebar kencang saat mereka berhenti di depan sebuah kelab malam eksklusif milik keluarga Bratadikara.
733 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Liar Mantan Selingkuhan

Terjerat Hasrat Liar Mantan Selingkuhan

Malam telah turun, lampu jalan di cluster perumahan Angel mulai menyala satu per satu, menciptakan cahaya kekuningan yang temaram. Di salah satu sudut jalan, sebuah mobil berhenti diam. Di balik kemudi, Octavian duduk dengan rahang mengeras. Urat di tangannya menonjol, jari-jarinya memutih karena terlalu erat menggenggam setir.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Apakah ada yang melihat seseorang yang sudah melemparkan batu ke jendela kamarnya. Sementara di mobil tempat Bayu parkir di pinggir jalan. Di dalam mobil Bayu dan Mila lanjut melakukan aktivitas tadi di kursi belakang, bahkan sampai membuat mobil bergoyang. Namun, karena kaca mobil berwarna hitam ditambah lagi malam hari dan mereka juga tidak menyalakan lampu. Jadi tidak ada yang akan bisa melihat adegan mantap-mantap di mobil. “Aahhngh … ahh, ahh! Enak, lebih kuat lagi!” pinta Mila.
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Malam yang panas

Malam yang panas

Tapi genggaman tangan yang erat, seakan menambatkan kembali hati yang pernah tercecer di tengah badai. --- Di kejauhan, seseorang memotret mereka diam-diam—dari balik kaca mobil hitam dengan plat nomor yang familiar. Dalam keheningan itu, niat jahat mulai bergerak. Armand.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Tawa anak tengah malam

Tawa anak tengah malam

Pintunya kayu tua penuh debu dengan engsel yang sudah berkarat. Bima menelan ludah dengan paksa. “Oke, itu dia gudangnya. Terakhir kali aku nonton film horor, pintu yang kayak gitu biasanya jadi awal malapetaka.” Arman tidak menggubris, ia hanya membuka kunci rumah dan meletakkan barang-barang mereka dan mengambil senter untuk penerangan. “Kita harus masuk.” Bima mundur selangkah. “Kenapa harus sekarang? Besok pagi aja 'kan bisa? Matahari terang, ayam berkotek, setan pasti tidur siang.”
511 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai pegangan tangan di mobil malam hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status