Silakan Ambil Suamiku, Mbak!
Ia tidak pernah menghargai aku, dari semenjak aku masih menjadi menantunya, hingga kini sudah bukan siapa-siapanya lagi.
"Bu, bukan aku yang pembawa sial, tetapi anak Ibu dan keluarga Ibu yang pembawa sial. Kalian yang telah membuat sial kehidupanku, serta keluargaku. Seharusnya Ibu yang merasa malu karena Ibu seolah membongkar aib Ibu sendiri, apalagi ini tempat umum lho, Bu. Bahkan saat ini orang-orang juga sedang melihat ke arah kita, apa Ibu mau aku bongkar semuanya, kenapa anak Ibu bisa sampai seperti itu?" tanyaku.
Hot Chapters