Maman, Kamu Sungguh Hebat!
Tante Zara berdiri terlalu dekat.
"Itu, Man... yang bagian bawahnya," tunjuknya.
Saat Maman membungkuk untuk memeriksa tabung gas, Tante Zara ikut merapat, tangannya menyentuh punggung Maman.
"Oh... cuma longgar seal-nya aja, Tante," ujar Maman sambil memperbaiki karet gas.
"Makasih ya, Man." Tante Zara berbisik di telinga Maman, tangannya meremas otot lengan Maman. "Kamu kuat juga ya. Keringatmu... wangi."