MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
"Kamu tidak dalam posisi untuk tawar-menawar, Kinan."
"Oh, aku dalam posisi itu," Kinan tersenyum tipis. Ia merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah pemantik api yang ia ambil dari meja Abimanyu tadi. "Vila ini dipenuhi tangki gas tua di bawah tanah untuk penghangat ruangan. Abimanyu bilang tadi, sistemnya sudah bocor. Satu percikan saja, dan kita semua akan menjadi sejarah. Kamu mau aset digital itu, atau kamu mau mati terbakar sebagai abu yang tidak berharga?"