Unexpected Life
Lengan security itu menyikut rekan di sebelahnya, “Maaf tuan kami tidak tahu. Kami juga tidak bisa memberi info terkait penghuni residence ini. Mohon pengertian tuan.”
Apa yang dikatakan benar adanya. Apalagi sedari tadi security itu memandangi Hunter dari ujung kepala hingga kaki. Bagai menguliti tubuh Hunter layak Bombay yang akan diiris tipis—tipis.
“Sayang sekali, padahal saya begitu ingin menemuinya. Kami dulu bersahabat, sangat dekat. Kedatangan saya kembali ke kota ini, hanya ingin menemuinya, memberi kabar, berbagi kebahagiaan,” Hunter memperlihatkan siluet kesedihan.