Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia
"Tapi, aku hanya mencintaimu sepanjang hidupku. Kita sudah bersama selama dua belas tahun, kenapa kamu bahkan nggak bisa memberiku satu kesempatan lagi?"
Dua belas tahun?
Pengorbanan selama dua belas tahun itu kini menjadi pisau tajam yang menusuk dirinya berkali-kali.
Hosana bahkan tidak ingin mengingat betapa bodohnya dirinya saat itu, memberikan segalanya tanpa berpikir dua kali.
Hosana mengernyit dan dengan wajah dingin, dia berkata,
"Jack, coba tanyakan pada hati nuranimu. Alasan utama kenapa kamu mau kembali? Bukankah karena kamu tahu bahwa di antara semua wanita yang kamu kenal, hanya aku yang mencintaimu dengan sepenuh hati?"