Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selubung Memori

Selubung Memori

tanya Ibu. “Sudah.” Dia mengangguk keras-keras, seolah anak ini pernah melakukan hal yang sama—menjerit dan masuk dengan kecepatan tinggi tanpa menutup pintu. Dia mendekat ke Ibu, lalu menyodorkan buku tulisnya. “Ibu, lihat. Aku tadi menulis surat buat Ibu. Bibi menuntun menulis surat buat Ibu.” “Oya?” Raut Ibu senang sekali. “Ibu lihat, ya.”
1018.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Ibu pun menulis sesuatu di atas kertas dan memasukkannya ke amplop dan memberikannya kepadaku. “Kalau Ujang beneran yakin, ini adalah catatan yang dulu sempat ditulis oleh Bapak sebelum meninggal ketika Ibu jaga malam, dan ini Ibu tulis lagi buat Ujang, tetapi buka itu pada saat jam 21:00 malam ya?”
9.8682.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.9K kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Ruang Rindu

Ruang Rindu

kataku sontak membuat bapak terbahak. "Ibumu juga suka nulis Ra, tapi katanya kalau sekarang disuruh nulis lagi jawabannya, udah nggak produktif lah dan lain-lain... wajar aja kan kalau kamu suka nulis, bapak dulu juga penulis naskah, ibumu juga sering nulis artikel jaman SMA... buah jatuh tak jauh dari pohonnya..." sahut bapak membuatku mengangguk sekaligus mengulum senyum. Meskipun tidak ada yang membaca tulisanku, aku tetap akan menulis. Itu tekadku, kata-kata yang juga ku katakan pada Gidae. Rindu...
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Baca
+Pustaka
Susahnya Jadi Mas Joko

Susahnya Jadi Mas Joko

tanya Ibu Dewi padaku. “I, iya, Bu.” “Kalau bersalah itu menunduk, jangan melotot!” Cepat-cepat aku menundukkan kepalaku, dan menjatuhkan pula pandanganku ke lantai. Ibu Dewi kemudian menyodorkan kepadaku sebuah berkas yang harus aku tandatangani. Membaca judulnya sekilas, hatiku langsung terenyuh. Ini adalah SP 1, alias Surat Peringatan Kesatu, berisi tentang teguran karena melakukan kesalahan dan atau pelanggaran.
9.614.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Akhirnya, tayang juga Susahnya Jadi Mas Joko ini. Novel pelarian yg saya tulis karena gak (belum) bisa ngelanjutin kisah Aje Karin n Hekal Olive. Semoga kaka2 reader suka dengan kisah Mas Joko yg kocak sekaligus pilu ini. Dukung saya ya kak supaya ttp semangat menulis. Terima kasih.
Rubiman Bin Tukimin Rubi
TIGA NOVEL ANDA SUDAH SAYA BACA KETGANYA MENGANDUNG PESAN MORAL YG SANGAT TINGGI, YAITU SEMUA TOKOHNYA MAMPU MENGENDALIKAN SYAHWATNYA TERHADAP GODAAN WANITA Walaupun sangat berat tentunya Ditunggu karya terbarunya.. SEMANGAT............
Baca Semua Ulasan
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Mahasiswa hanya mengetik sesuai selembaran kertas yang diberikan oleh dosen. Dini mulai paham. Dia melihat sekilas pada lembaran kertas itu. Dia bisa tebak tulisannya menggunakan times new roman dan font kira-kira ukuran 14 untuk judul. Menggunalan menu bar bold juga untuk menebalkan tulisan dan italik untuk membuat tulisan yang berbahasa asing menjadi miring. Dan beberapa tantangan lainnya seperti pengaturan page layout dan page number. Tapi berhasil, Dini bisa melaluinya dengan mudah.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Baca
+Pustaka
Ketika Mertua Ikut Campur

Ketika Mertua Ikut Campur

“Apa Bu! Kalau aku nggak memikirkan tentang sopan santun, mungkin mulutku akan mengucapkan hal yang sama untuk Ibu. Aku masih tau posisiku, Bu.” “Bu! Kalau mulut Ibu tetap saja membela diri dan tidak merasa bersalah lebih baik diam saja. Seharusnya Ibu itu sadar dan bertaubat mengakui kesalahan! Bapak gagal mendidikmu, Bu ….” “Tapi, Pak ….” “Nggak usah tapi-tapian. Kita tunggu saja teman-teman Lutfan. Mulut Ibu jangan lagi berbicara!”
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
drama rumah tangga memang selalu bikin gemes sih ... bisa mengaduk-aduk emosi. Apalagi ini tuh penulisannya rapi dan enak dibaca. semangat, kakak thor. Mampir ke cerita aku yuk, walaupun beda gendre tapi sama-sama romance lah ya. judulnya Khair dan Khaira. searching aja ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

kataku mendekatkan hidup ke sampulnya. Aku membuka sampulnya dan aku keluarkan selembar kertas dengan tulisan yang begitu rapi dan suratnya panjang. Tulisan Andre memang rapi, meskipun dia cowok. Tulisanku saja kalah rapi. "Bacakan, Rin. Ibu mau dengar," desak Ibu lagi, aku malah tertawa terpingkal-pingkal lagi. "Kok malah jadi gila, Rin?"
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
Jika berkenan mohon berikan ulasan tentang novel ini agar saya tahu apa yg pembaca sukai/tidak sukai. (Saya "bayi" penulis yg baru belajar berjalan.) Saya terbuka thd kritik & saran yg membangun, yg akan berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan saya ke depannya. Sekali lagi terima kasih banyak.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

tanya lelaki itu sambil mengeluarkan beberapa contoh di display pulpen. "Kalau Nyonya menulis dan ingin hasil yang tebal, maka pilihlah produk dengan ujung pulpen yang berukuran 0.7 mm ke atas. Biasanya ada yang menjual ukuran 0.8 mm, 1.0 mm, dan 1.2 mm. Sedangkan, untuk kegiatan menulis sehari-hari, membuat garis, membubuhkan tanda tangan akan lebih baik kalau menggunakan pulpen dengan ujungnya yang berukuran 0.5 mm atau 0.7 mm. Namun, hal tersebut tentunya bergantung pada selera masing-masing," sambungnya.
1049.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Baca
+Pustaka
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

“Bisa dimulai sekarang?“ tanya Bapak penghulu. Kami menjawab dengan anggukan. “Baiklah, Bismillahirrahmanirrahim.“ “Owh ya, mana wali nikahnya si perempuan?“ Aku sekilas menoleh, ikut mencari. Aku sampai saat ini belum paham siapa dan yang mana si paman itu. “Saya. Pak!“ jawab seBapak dengan mengangkat lengannya. Dia memajukan badannya. Kini dia ikut duduk di seberangku. “Kita mulai ya. Bapak baca sebentar buku panduan ini, setelahnya ikuti apa yang tertulis dengan nama yang mau dinikahkan!“suruhnya dengan menunjuk ke sebuah buku catatan.
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Baca
+Pustaka
Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Silvianita mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya, “Ini legal, silahkan Bapak dan Ibu mengambil surat ini satu per satu.” Satu per satu dari mereka mengambil lima surat yang Silvianita letakkan di atas mejanya itu dengan berurutan. Itu Palsu! Surat palsu! “Jadi, Bapak dan Ibu tidak perlu kawatir, karena putra-putri bapak dan Ibu sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. Bagaimana Pak? Bu?” Wajah Silvianita terlihat meyakinkan.
646 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai penulisan bapak/ibu yang benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status