Bias Cinta
potong Cinta tetap tenang, “andai beneran dapet, habis itu aku mau nunda kehamilan. Jadi, aku mau KB!”
“Kenapa?” Bias mengerut dahi, “apa alasannya?”
“Cia.”
“Cia?” Bias mendesah keras sambil menggaruk kepala, “kamu itu nggak ngerti-ngerti kalau dikasih tau.”
“Aku bukan nggak ngerti, tapi aku sedang mengantisipasi kalau-kalau …” Cinta mendekat pada Bias, “gimana kalau Cia ngotot dekatin kamu? Karena dari yang kulihat, dia itu masih nggak terima diputusin sama kamu. Dan gimana kalau kamu kegoda, terus ngamar sama dia? Gimana, gimana, hm? Kamu, kan, dulu suka nemplok sana, nemplok sini.”