Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENYAWA

SENYAWA

tanya Zayn sambil melihat lagi pakaiannya. “Bukan pakaian lo yang salah, tapi lo!” Varo pun menunjuk Zayn dengan telunjuknya sambil berkata dengan sinis. “Gue? Kenapa gue?” tanya Zayn lagi sambil tersenyum menggoda Varo yang sudah hampir keluar taringnya. “Ngapain coba senyum-senyum sama Meera? Biar apa?” kesal Varo lagi, ia pun sudah hampir berdiri dari duduknya.
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang penyiar
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

tiba-tiba terhenti, dan digantikan oleh gelombang warna biru yang lembut, keemasan dan warna ungu. Tidak hanya itu, layar-layar menampilkan bayangan kabur seorang pria duduk di bawah cahaya, suaranya tenang, tapi bergema dalam hati semua orang yang menatap. “Namaku Arjuna Wisangjati. Aku bukan pembawa bencana. Aku hanya saksi dari rasa bumi yang telah hidup kembali. Dunia ini tidak perlu diselamatkan — ia hanya perlu diingatkan untuk merasakan.”
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 45 Beses bilang penyiar
Read
+Library
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

From : Robert Senang kau sudah membuka hadiah dariku Sial. Aiden benar-benar sedang diawasi. Ia tidak mau menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri mencari sesuatu seperti kamera yang mengawasinya. Itu akan membuatnya tampak konyol. Jadi yang ia lakukan hanya mengeraskan rahang melanjutkan keingingtahuannya pada isi kotak.
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang penyiar
Read
+Library
Istri Bayangan Sang Miliarder

Istri Bayangan Sang Miliarder

Penyiar 2 "Fix! Siapa tahu takdir lagi numpang lewat frekuensi kita!" Dan di dua tempat berbeda, dua orang yang tak lagi saling bicara ... kini terpaku setelah sama-sama menekan ikon gagang hijau di layar ponsel. Suara penyiar radio bergema di telinga Seruni dan Aruna. “Kami tunggu kalian.” ucap Penyiar, “besok jam delapan pagi, live.” --- To Be Continued Catatan: lirik lagu dalam bab ini adalah karya fiksi dan tidak merujuk pada lagu yang ada di karya nyata.
1.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25 Beses bilang penyiar
Read
+Library
Gairah Sang Penyihir Menawan

Gairah Sang Penyihir Menawan

"Terkadang kaca lebih bermanfaat karena bisa memantulkan bayangan dengan sangat jelas." Alice menatapnya dingin. "Tak semua pria menyukai bayangan. Beberapa lebih tertarik pada cahaya yang nyata." Carolie tampak terdiam sesaat, lalu mendekat ke meja dan menjatuhkan nampan kecil. Gelas-gelas pecah berserakan. Sebelum Alice sempat bereaksi, Carolie menampar pipinya sendiri keras hingga memerah, lalu mulai menangis tersedu.
10911 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang penyiar
Read
+Library
SEBUAH PENGHIANATAN

SEBUAH PENGHIANATAN

Angin yang berhembus pun membisiku dengan lembut lalu mengatakan bahwa ia (angin ) tak ingin melihatku hidup dalam kesengsaraan lagi. Sebelum senja pamit, ia (senja ) hanya mengatakan bahwa aku harus bahagia menikmati hidup ini sambil membesarkan anak semata wayangku ketika ia sudah lahir ke dunia ini. Kata senja, ia (senja )masih ingin lama bertamu namun malam akan segera tiba mengantarkan pancaran cahaya rembulan dan bintang dilangit, agar aku tak bosan saat kesunyian malam datang untuk menemaniku.
109.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 238 Beses bilang penyiar
Read
+Library
Para Penjaga Perbatasan

Para Penjaga Perbatasan

tidak pernah dianggap enteng, dan jika dia meramalkan sesuatu yang buruk, itu bisa berarti bahaya yang nyata. Pemilik bar, Elma, seorang wanita tangguh dengan lengan yang berotot, berjalan mendekati “diviner” dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran. Dia menawarkan segelas Sun’s Glory, berharap itu bisa membawa sedikit kenyamanan. “Apa yang kau lihat, penyihir?” tanyanya dengan perlahan, takut akan jawaban yang mungkin dia terima.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 28 Beses bilang penyiar
Read
+Library
PENDEKAR PEMBASMI SILUMAN

PENDEKAR PEMBASMI SILUMAN

geram Parjo yang masih terus menendang Sibo. "Aku tidak bersalah. Aku hanya sedang lewat di daerah sini dan tak tahu apa-apa," rengek Sibo yang sudah sangat kesakitan dan muntah darah. Setelah dirasa mulai bosan dengan cara seperti itu, Parjo yang diliputi amarah berniat untuk membunuh Sibo langsung menggunakan keris yang berada di pinggangnya. Parjo berhenti menggerakkan kakinya dan mencabut keris miliknya itu. Sementara di tanah, Sibo terlihat tak menggerakkan tubuhnya sama sekali. Namun tak peduli dengan hal tersebut, Parjo berjongkok lebih dekat ke arah Sibo dan segera menghunuskan keris itu pada tubuh Sibo.
101.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang penyiar
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status