Samaran Terakhir
Di sekitar mereka, paragraf-paragraf melayang tak bertuan, dialog tak selesai terputus di tengah kata, dan ide-ide setengah jadi berdesakan, seolah menuntut untuk diperbaiki atau dihidupkan kembali.
Di dalam ruang antar-narasi ini, waktu tidak bergerak lurus. Sebuah kalimat bisa menjadi jalan. Sebuah tanda baca bisa berubah menjadi pintu.
"Apa ini... semua ini?" gumam Adrian.
"Ini tempat di mana setiap versi cerita pernah berada sebelum kamu memutuskan mana yang akan kamu tulis," kata Lena, matanya menatap lurus ke horizon yang terbuat dari kutipan yang tak pernah disampaikan. "Di sinilah Editor Prime menyunting kenyataan."