Pesugihan Genderuwo
Bagas mengetuk pintu-pintu rumah tetangganya satu per satu, berharap ada yang mau membantunya.
Duk! Duk! Duk!
"Punten, Pak! Saya butuh uang buat istri saya yang sakit. Kalau ada seratus dua ratus ribu aja, saya akan bayar nanti," katanya, suaranya bergetar.
Namun, pintu-pintu itu kebanyakan hanya terbuka sedikit, sekadar untuk mengintip. "Maaf, Gas. Saya juga lagi susah," jawab mereka sambil menutup pintu kembali.