Hati yang Terbagi
"Eh, bukan! Ya ga, lah! Mas mana punya pengalaman untuk itu. Biar saja Pak Freddy yang berusaha, kan sudah kenal dengan Ustadz Malik."
"Yakin?" tanyaku menyelidik.
"Yakinlah, Sayang. Wanita yang matanya liar seperti itu, bukan type, Mas. Pun kalau ada yang cocok dengan selera, Mas. Mas tak akan berpaling. Belum ada ilmu untuk menduakanmu. Lagi pula, kamu itu satu-satunya yang akan memiliki hati ini. Mas, tak akan sanggup berbagi." Hati berbunga-bunga.