THE POSSIBLE
Aku parkir di belakang sebuah mobil cadillac kotor, mungkin umurnya sudah sepuluh tahun.
Papan terasnya berkeriut ketika aku melangkah ke pintu depan sambil melihat ke segala penjuru, sambil mencari kalau-kalau ada anjing besar dengan gigi tajam. Hari sudah cukup larut, hampir gelap, dan tak ada lampu di teras tersebut. Pintu kayu besar itu terbuka lebar, dan dari balik pintu kasa aku bisa melihat bentuk sebuah serambi sempit. Aku tak bisa menemukan tombol bel, jadi kuketuk pintu kasa itu pelan-pelan. Pintu itu bergemeretak tak terkendali. Aku menahan napas—tak ada salak anjing.
Hot Chapters