Misteri Uang di Tas Sekolah Anakku
"Ya, anggap aja ini sedekah. Selain itu, ini bisa jadi cara buat narik orang-orang supaya mereka kembali belanja di toko kita.”
Mas Halbi terdiam sebentar, lalu tersenyum kecil. “Boleh juga idenya. Ya udah, ayo kita siapin sekarang.”
Tanpa menunda lagi, kami mulai mengemas sembako. Aku dan Mas Halbi bekerja dengan penuh semangat, berharap usaha ini bisa mengubah keadaan. Satu per satu plastik kami isi dengan satu liter beras, lima bungkus mie instan, satu liter minyak goreng, satu kilogram gula, dan setengah kilogram telur. Setelah semuanya terbungkus rapi, kami menjajarkan plastik-plastik itu di depan toko.