Mayat di Atas Ranjang
Fionalirik mata hati iis dahlialirik lagu iis dahlia bagai ranting yang keringlirik lagu dahlialirik lagu iis dahlia mengapa
Ki Gendeng bicara di dalam kepala Nurlaila, “Lihat ke depan, kita sudah berhasil mencapai pohon besar.”
Nurlaila membelalak. Pohon besar yang dimaksud Ki Gendeng berukuran raksasa. Dan, seperti yang sudah dia duga sebelumnya, pohon itu bukan pohon biasa. Ada jiwa-jiwa tersesat yang terperangkap di dalamnya. Nurlaila mendekat, semilir angin berhembus, membelai wajahnya, mengantarkan bisikan-bisikan penderitaan.
人気のチャプター