Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 56 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

"Ternyata, kau pintar. Aku–" "--Terima kasih sudah mengakui kepintaranku. Tapi, aku sudah bosan mendengar pujian itu karena banyak orang sebelum Anda yang juga mengakuinya!" potong Adinda dengan rasa penuh percaya diri. Dimas pun mengangkat sebelah alisnya mendengar jawaban Adinda. Entah apa yang ada di benak pria itu yang tiba-tiba tersenyum miring sambil terus menatap wajah Adinda.
10114.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.0K Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Paman

Pemuas Hasrat Sang Paman

ujar Nyonya Horrison meraih tangan Belle, dan mengusapnya dengan lembut. Belle tersenyum sebelum dia menanggapi apa yang diucapkan oleh Nyonya Horrison, "Tidak, Nek." jawab Belle menatap Nyonya Horrison lalu kembali berkata, "sebenarnya, Aku yang merasa sangat beruntung memiliki suami seperti, Paman Jelios. Meskipun usia kami cukup jauh berbeda, tapi aku merasa, Paman Jelios jauh lebih tulus dari orang-orang yang sebelumnya aku kenal, dan dekat denganku," ujar Belle sesuai dengan apa yang dia rasakan saat itu.
9.5272.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.6K Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

“Dedaunanku menari Iringi senandung nabastala Cerah berpendar Sebiru gagang pedangmu Lukaku merona Pancar penuh tawa Atas kabar bersambutnya rasa Dersik pembawa bahagia Katamu akulah sahmura Pendar mewangi helai mahkota Kataku akulah akara Pendar meluruh tiap amerta Sejuk dersik sarayu Simpul terukir kehadiratmu Indah irama jantung bertalu Tuan, nada ini untukmu.” Usai membaca puisi, Shaw mengusap tengkuk. “Aaa ... aku tidak begitu memahami puisinya.” “Tapi puisinya bagus. Kira-kira siapa penulis puisi itu?” Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir.
109.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 303 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Abdun bil bab yartaji latsmal a'tab Hamba yang berada di pintu berharap, agar dapat mengecup moqommu Jud bil jawab marhaban qod qobbalnah Kasihanilah kami dengan memberi jawaban "Kami telah menerimanya." Antal ma'ruf bil judi muqridl-dluyuf Engkau terkenal pemurah dan memuliakan tamu. Inni malhuf agishitsni bihaqqillah Sesungguhnya aku menderita bantulah aku demi Allah Antal habibul a'dhom sirrul mujib Engkaulah kekasih yang mulia, rahasia
9.4121.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.3K Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Karena di kertasnya ada rangkaian kalimat, membuat mereka tidak perlu membuat puisi sendiri. “Wah, ternyata pasangan pertama kita ini mendapat potongan puisi dari satu puisi yang sama, jadi mereka hanya perlu membacanya, menyambungkannya agar jadi satu kesatuan. Dimulai dari yang ada judulnya,” ucap Bu Sri. Boni pun mulai membaca, “Sajak Putih, karya Chairil Anwar. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 85 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Another Word to Say I Love You

Another Word to Say I Love You

To : Pramana Adi From : Anjani Kirana Subject : Hai, masihkah kau mengingat ulang tahunku? Aku merindukanmu. Pramana buru-buru menghapus email itu sambil masih berusaha mengatur napasnya yang masih tidak beraturan. Rupanya Anjani mencoba mengusiknya lagi, tapi Pramana tidak boleh goyah. Anjani hanya masa lalunya. Lelaki itu selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia dan Anjani sudah benar-benar selesai. Sementara itu, alunan lagu ‘sewindu’ masih berputar di laptopnya. Pramana meresapi setiap liriknya perlahan.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 101 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

Savanna menghembuskan nafas berat. Selesai pembacaan Surah An-Nur dilanjut Nasyid dengan lagu AISYAH, dan suara yang mendayu itu tetap menyentuh hatinya. Syair lagunya membuat mata Savanna berkaca, dikerjapnya kelopak matanya agar tak setetes air matapun luruh dipipinya. AISYAH Cahaya purnamapun malu padanya Semua wanita (sepanjang masa) mengandai sepertimu.
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
482 viewsOngoingIdinagdag sa Library 12 Beses bilang puisi aan mansyur
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status