Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Ucap Rajasa lalu bersiap meninggalkan Bu Meery "Oh iya Mah, Rajasa hampir lupa bilang" "Ada Apa sayang?" "Tolong cari dua ART lagi, satu untuk menggantikan Murni dan satu khusus untuk mengurus keperluan Alexa" "Iyaa,, mamah sudah berusaha menghubungi yayasan penyalur tapi belum ada orangnya" "Mamah juga jangan terlalu galak sama ART, Ingat bukan cuma ART yang butuh kerja sama kita, kita juga butuh tenaga mereka untuk membersihkan rumah ini, kita repot sendiri kalau tidak ada mereka loh Ma"
8.545.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Antara Aku Dan Kamu

Antara Aku Dan Kamu

Suaminya masih ada di sana, tetap memasang wajah datar, datang dan hanya diam tanpa mengatakan apa-apa. Untung saja, mamanya tadi menelepon. Jika tidak, keduanya mungkin akan seperti patung menunggu siapa yang akan bicara dahulu. Mobil berjalan dengan kecepatan maksimal di siang yang terik, untungnya tidak terjadi macet hari ini. "Pulangnya cepat?" tanya Naya basa-basi. "Iya." "Terus jam berapa kita pergi ke acara tunangan koleganya?"
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
PUTRI BUNIAN YANG TERNODA

PUTRI BUNIAN YANG TERNODA

Wat tiini waz zaituun W* tuuri siniin W* haazal balad-il amiin Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim Thumma ra dad naahu asfala saafiliin Ill-lal laziina aamanuu w* 'amilus saalihaati; falahum ajrun ghairu mamnuun Fama yu kaz zibuka b'adu bid diin Alai sal laahu bi-ahkamil haakimiin Walau tak paham artinya, tetapi hati Nurlian bagai diguyur salju mendengar lantunan itu. Jiwanya begitu tentram. Sering kali ia mendengar lirik-lirik lagu khas negeri Bunian, tetapi tak ada yang membuatnya bisa setentram ini. Setelah membaca lirik-lirik itu, Aswir membacakan terjemahannya dengan suara yang begitu merdu.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Catatan Rumi

Catatan Rumi

Rasanya semua itu sudah terlanjur dan akan sulit untuk kembali diubah. "Rumi Azazil Mauza." "Ha?" Reksa seketika terkejut tatkala Handi mengatakan hal itu. Dia menatap Rumi dan kembali menatap Hamdi secara bergantian. Dia juga sangat berharap kalau apa yang didengar oleh dirinya itu salah. "Apa? Azazil?" Hamdi mengangguk. "Apa kamu nggak salah ngasih nama anak nama iblis? Apalagi aku tahu Azazil itu nama dari rajanya iblis."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kupendam

Cinta yang Kupendam

keluh Alam yang kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menyalakan lampu senter dari ponselnya. "Alam ... dimana kamu?!" teriak Almaira memanggil Alam sebab ia tidak menemukan Alam di dalam kegelapan malam yang tanpa ada cahaya lampu. Alam tak menyahut, ia sengaja diam dan mencoba untuk menakuti Almaira dan mengerjainya. "Alam ... kamu dimana? Please dong ah! Jangan bercanda kamu, Alam ... aku takut kegelapan ..." Almaira memanggil Alam.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

"Lalu, bagaimana ini?" Tanpa banyak bicara lagi. Hamaz mengeluarkan botol yang berisi air zam-zam. Dengan gerak cepat dia mencipratkan pada sekujur tubuh Raisa. Dan meminumkan sedikit sampai Raisa tersedak. "Bangun, Mbak! Ayo lawan semua gangguannya dengan Bismillah. Hanya Allah sebaiknya pelindung, Mbak! Allahu Akbar!" Hamaz terus berbisik pada telinga gadis itu.
1078.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi acep zamzam noor
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Dokter Izma

Dokter Izma

ucap Azam meracau Dengan penuh kenikmatan. "Azam, aku tidak tahan aaahhh." Izma mengeluarkan cairan cintanya lebih dahulu dan Azam semakin menghujam. Izma klimaks untuk ketiga kalinya. Tapi klimaks yang ini sangat luar biasa. Izma begitu terpesona dan takjup dengan apa yang dia rasakan.
9.732.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Kristal Jiwa Raja Naga

Kristal Jiwa Raja Naga

"Ketika hidup belum sempurna, namun lidah terlanjur menyembah surga. Bagaikan giok mentah yang menyimpan cahaya bintang. Arak dari kerajaan awan, phoenix pemimpi berteriak bangga dalam dada. Seperti burung bangau yang menemukan bunga persik abadi!" Zi Wu berjalan berputar bak pengantin muda yang tengah dimabuk ambisi menaklukan sang kecantikan. "Dalam cawan tanah liat bersemayam roh musim semi. Setiap tetes adalah air mata dewi yang bahagia. Keharuman mengalir seperti sungai di gunung Kunlun, membawa pesan dari kaisar langit yang tersenyum." "Ah Yin, tidakkah kau ingin membalas puisiku? Ayo kita bertanding puisi!" Zi Wu dengan sengaja menantang Yin Long. "Jenderal Naga Perak, mampukah kamu m
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Selamat datang buku terbaru saya ini. Mohon doanya supaya saya diberi kesempatan dan kemampuan untuk menyelesaikan buku ini hingga tuntas. Semoga siapa pun yang berkunjung ke mari juga diberi kesehatan dan rejeki yang berlimpah, aamiin ...
Baca Semua Ulasan
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi acep zamzam noor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status