Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Kau telah berjuang seperti seekor singa yang terluka, Rahastya. Dengan keberanian yang luar biasa dan semangat yang tak kenal menyerah. Darah dan keringat kalian tak akan pernah sia-sia. Api amarah yang membakar di dadaku ini tidak akan kubiarkan padam atau kubiarkan sia-sia. Dengan kalian semua di sisiku, kita akan bergerak. Kita akan melancarkan serangan balasan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Ingatlah baik-baik, Rahastya dan para Wiku sekalian: api kehancuran yang kini melahap Tukmas ini, ini semua hanya akan menjadi bara yang membara, membakar dan memanaskan tekad serta semangat juang kita, untuk sebuah perlawanan abadi!"
101.9K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Ajari Cinta Jatuh Cinta

Ajari Cinta Jatuh Cinta

"Engkau adalah gunung yang tak bisa kudaki, samudera yang tak mungkin kuarungi. Engkau seluas semesta, dan seindah bintang-bintang yang mustahil kugapai. " Seorang Berandal membaca bait-bait puisi dengan penuh hayati. Rima-rima yang mengalir terpatri di hati sang guru dan anak-anak kelas sastra yang duduk terenyuh oleh indahnya puisi yang dibacakannya. Hanya satu orang yang nampak kesal: Cinta Anandia Suryani, gadis manis berkacamata dengan pipi tembem menggemaskan yang terus cemberut sedari kelas dimulai. Hatinya terus bergumam, "dasar preman pasar, Itu kan puisi cintaku! "
103.5K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Days to Remember

Days to Remember

Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut mengerumuni tempat ini. "Puisi siapa nih?" ujar salah seorang perempuan bergelang merah, aku meliriknya untuk memastikan reaksi apa yang akan ditunjukannya. "Kepedean banget sih nulis-nulis kayak gini!" Lanjutnya dengan wajah ketus. "Iya nih, apaan coba yang bagus?" sela murid lainnya. "Maksudnya apa coba? Pelangi-pelangi? Mau ngedukung LGBT ...," lanjut yang lainnya terdengar sinis.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Rumekso ingsun laku nisto ngoyo woro *Ku jaga diriku dari berbuat nista sekehendak hati Kelawan mekak howo, howo kang dur angkoro *Melawan / mengendalikan hawa, hawa (nafsu) yang diliputi angkara Senadyan setan gentayangan, tansah gawe rubeda *Meskipun setan gentayangan masih saja / selalu membuat gangguan Hinggo pupusing jaman *Hingga akhir jaman Hameteg ingsun nyirep geni wiso murko *Sekuat tenaga diriku memadamkan api, bisa (racun), murka
1027.5K viewsCompletedAdded to Library 823 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Tujuh tahun pertempuran telah memahatnya menjadi seorang aktivis, seorang jenderal dalam perang tanpa senjata. “Kita tidak bisa melawan mereka di gedung dewan. Uang mereka lebih banyak, koneksi mereka lebih kuat,” ujar Radit. Ia berjalan ke depan, mengambil spidol, dan menulis tiga kata besar di papan tulis: RASA ITU JUJUR. “Ini senjata kita. Ini yang tidak mereka miliki,” lanjutnya, menunjuk tulisan itu. “Mereka mau membuat standar? Baik. Kita akan berikan mereka standar. Standar yang tidak bisa mereka beli atau palsukan.”
943 viewsCompletedAdded to Library 24 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku

Balasan Reinkarnasi pada Sahabat Munafik Pacarku

"Tak kusangka masih ada perundungan di kampus. Perempuan bejat ini terlalu keterlaluan, kita harus membuatnya tak punya muka lagi untuk menyakiti orang!" "Kasihan sekali Ruvina, sudah ditindas masih juga dijiplak, Lisdania benar-benar kejam." "Aduh, Ruvina itu terlalu baik. Sekarang hanya kita yang bisa menegakkan keadilan untuknya! Ada yang punya nomor Lisdania?" Aku tidak mengerti mengapa dia harus berbohong. Aku hanya bisa berlari ke sana kemari untuk membela diri, tapi itu justru memicu gelombang perundungan daring yang lebih besar.
8.2K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
Istriku, Jangan Lari Dariku

Istriku, Jangan Lari Dariku

“Lupakan apa yang sudah kau lakukan, aku akan tetap memaafkanmu. Entah kau patuh, arogan, egois, menghancurkan semua mobil kesayanganku, atau bahkan naif … tidak ada lagi yang penting.” Kuda-kuda berlari ke depan dengan ganas. Awan gelap menutupi langit. Badai turun secepat kilat. Badai pasir naik menyelimuti dataran luas. Aroma udara di sekitarnya dipenuhi dengan darah dan debu, dibungkus dengan aura kematian. Udara bergema dengan suara pedang bertabrakan dan teriakan manusia. Itu adalah perang yang sangat dahsyat dan tragis. Untuk menang, dua pasukan musuh akan mencoba membunuh sebanyak yang mereka bisa.
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi anti perundungan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status