Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aduh Jenderal Tak Tahan

Aduh Jenderal Tak Tahan

"Kaisar, kamu pernah mendengar elegi Kerajaan Jaming?" Yohan memahami makna mendalam dari ucapan Nabila. "Mayor Jenderal, kamu benar-benar berperang dengan menghancurkan semangat juang musuh." Satu jam kemudian. Kamp Negara Naki menyanyikan elegi Kerajaan Jaming. Elegi ini dinyanyikan pada saat pemakaman dan semua orang dari Kerajaan Jaming mengetahuinya. Nyanyian itu menyebar ke kamp militer Kerajaan Jaming dan emosi para prajurit campur aduk, bingung dengan masa depan yang tidak diketahui.
9.84.7M viewsCompletedAdded to Library 141.5K Times as puisi elegi
Show Reviews (967)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nama Pena Anar
Hai kak author tersayang, 🫰🏻 ijin. Novel Panas tentang Petarung jalanan yang menaklukan Nyonya Besar Judul.. Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Mari mampiiir...🫰🏻 aku tunggu ya!!🫰🏻
Read All Reviews
Istri Tiga Tahun CEO Arrogant

Istri Tiga Tahun CEO Arrogant

Tak mampu menahan lelehan bening itu kembali meluncur begitu deras menunjukkan hatinya yang hancur berkeping-keping didalam sana. Elgar tersenyum sinis. "Cih..... inikah pesona yang jal*ng itu wariskan padamu? Air mata yang membuat semua pria-pria bodoh merasa iba? Sayangnya aku tidak akan tertipu oleh jal*ang sok suci seperti kamu." Shilla tak mampu lagi bicara, tubuhnya membeku dengan wajah tertunduk. Hatinya hancur jiwanya pun terluka.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 170 Times as puisi elegi
Read
+Library
MEMBALAS SUAMI DENGAN ELEGAN

MEMBALAS SUAMI DENGAN ELEGAN

Andre dan Via tersenyum serta melambaikan tangannya saat melihat Elisa yang sedang duduk di sofa dari layar ponselnya "Hay Sayang, bagaimana kalian suka tempatnya?" tanya Elisa di balik layar "Suka sekali Ma, terimakasih Ma Tempatnya sangat menyenangkan," jawab Via langsung "Syukurlah kalau kalian suka, sedang dimana kalian?" "Kami sedang menyusuri pulau Maladewa ma, pemandangan sungguh indah."
107.9K viewsOngoingAdded to Library 197 Times as puisi elegi
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as puisi elegi
Read
+Library
KURIR CINTA

KURIR CINTA

puji Ode dalam hati tentang keanggunan Dona. Perlahan tanpa sadar ia larut dengan nalurinya yang terbiasa menuliskan kalimat puitis, sebagaimana kegemaran Ode selama ini. Telah banyak ia tuliskan kata atau kalimat puitis yang menjadi ungkapan keindahan rasa, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dan diungkapkan, tapi hanya untuk dirasakan. Itulah sebabnya seringkali Aryo, bahkan beberapa pejantan kampus, sering minta dibuatkan puisi atau surat cinta yang kalimatnya penuh keindahan kata dan rasa, kalimat yang tidak biasa. Ode cukup dikenal sebagai pujangga kampus, apalagi ditunjang dengan kemampuannya bermain biola, sesuatu yang tidak semua orang bisa melakukannya.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as puisi elegi
Read
+Library
Menjadi Rebutan Putra Mahkota dan Anak Mentri

Menjadi Rebutan Putra Mahkota dan Anak Mentri

Juga dataran tinggi, hingga tidak ada penghalang Saphire untuk melihat pemandangan detik detik terbenam nya matahari. Tidak di sadari Saphire, bahwa tangan Elgar sudah nyaman bertengger di pinggang ramping nya itu, entah sudah terbiasa Saphire hanya mengabaikan nya saja, setidak nya untuk saat ini sampai waktu yang entah kapan. "Langit jingga itu sudah mengalahkan ku hingga semua perhatian mu tertuju pada nya." ujar Elgar, bila Saphire memperhatikan langit sore, maka yang Elgar lakukan adalah menatap ciptaan Tuhan yang menurut Elgar sempurna, ciptaan Tuhan yang ia cintai serta kagumi, ciptaan Tuhan yang dapat membuat Elgar menghabiskan rasa cintanya untuk satu orang ini yaitu Saphire.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as puisi elegi
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Lady Xiwu menatap buku itu seolah berharap bisa membaca isi tulisannya dari kejauhan. Kaisar membaca dalam diam cukup lama, alisnya sedikit berkerut. Ia membaca pelan, seolah setiap kata memiliki bobot dan makna tersendiri. Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as puisi elegi
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 425 Times as puisi elegi
Read
+Library
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Sebuah euforia aksara yang diusung saban hari oleh para pujangga Sepertinya mulai menguap, terdistilasi mengembun hendak rebah pada awan jenuh yang menghitam Entah akan turun seperti derai hujan rindu penuh elegi, sarkas merangsek agar binasa atau malah mencumbu peluh sebuah asmara Terpenting adalah Seseorang akan terus memungut makna sebagai sarana pembelajar
104.2K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as puisi elegi
Read
+Library
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang menerjang. Tidak ada kuda-kuda elegan Elister. Ini adalah murni gaya bertarung Napi 9821. Brutal, kotor, dan mematikan. Elang melayangkan pukulan hook kanan dengan kecepatan penuh. Sadewa menangkisnya dengan lengan kiri, tapi kekuatan pukulan Elang—yang digerakkan oleh jantung mudanya—membuat Sadewa terdorong mundur dua langkah.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 26 Times as puisi elegi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status