SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER
Keira membuka buku hariannya, dan dengan pena yang gemetar karena emosi, ia menuliskan baris terakhir di bab ini:
"Di bawah sinar rembulan, aku menyaksikan bahwa setiap perjuangan adalah sebuah lukisan keabadian. Warisan yang kita torehkan adalah cahaya yang akan terus menerangi jiwa-jiwa yang pernah terpinggirkan. Bersama, kita adalah obor yang tak akan pernah padam, menyinari dunia dengan harapan dan keadilan."
Adrian menyentuh bahu Keira,
“Kita telah menulis sejarah, Keira. Dan selama kita terus menjaga cahaya itu, tidak ada yang dapat memadamkan semangat kita untuk membangun dunia yang lebih adil.”
Hot Chapters