Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

Dia jujur yang juga mengharap kejujuran. Dia ingin seseorang yang bisa mencintainya sepenuh hati. Dia tahu apa yang dia inginkan, sementara aku, aku belum tahu apa yang sebenarnya aku inginkan. Bahkan jika aku tahu pun, belum tentu aku berani mengejarnya.
10875 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat

Aku menoleh, memandang wajahnya lewat cahaya bulan yang masuk dari jendela. Ekspresi bersalah di wajahnya justru membuatku merasa muak dan jijik. “Kamu benar-benar nggak tahu?” “Nggak, kamu tahu. Orang yang gagal bayar utang rentenir dipukuli saja itu masih ringan. Yang lebih parah bisa sampai patah tangan, patah kaki. Kamu nggak tahu?” “Kamu tahu semuanya. Hanya saja, karena ucapan Yolanda pas mengenai titik lemahnya kamu, kamu memilih pura-pura nggak tahu, demi kepentinganmu sendiri.”
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Sehingga menimbulkan kesakitan dan pekikan dari bibir Asri. “Sialan! Kalian pikir kalian telah berhasil? Kalian sedang menuju kehancuran yang sebenarnya. Kalian lupa? Tidak ada kejahatan yang sempurna. Semua akan hancur pada waktunya. Ada saatnya kebenaran akan menang, dan itu sudah pasti. Mutlak. Hanya saja, kalian telah dibutakan oleh rasa benci. Hingga membuat kalian tidak bisa berpikir secara waras!” seru Asri.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Para pengawal tidak bergerak, seolah memahami bahwa ini bukan penahanan, melainkan pengasingan yang lahir dari pengakuan. Seorang bangsawan tua berbisik lirih, namun cukup terdengar, "ini pertama kalinya ada seorang pangeran memilih kejujuran daripada mahkota.” Jagatra mendengar itu. Ia menoleh sekilas, lalu kembali menatap Kaesar. “Kejujuran tidak menghapus luka, tapi ia menghentikan pendarahan.” Kaesar mengangkat wajahnya. “Aku tidak meminta pengampunan,aku hanya ingin berhenti menjadi bayanganmu.”
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
TERJEBAK CINTA DALAM KEBOHONGAN

TERJEBAK CINTA DALAM KEBOHONGAN

ujar Axel, yang berusaha mempengaruhi Giselle, supaya kebohongannya tetap terjaga dan tidak diketahui oleh orang lain, kecuali orang-orang tertentu. “Kalau memang nggak punya simpanan jangan takut, lagian Kiara itu bukan orang asing, tapi dia sahabat terbaikku dan aku percaya sama dia, kalau dia tidak akan mungkin menipuku!” tegas Giselle.
772 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Janji Selamanya

Janji Selamanya

Dia melangkah mendekati ranjang dan berlutut di hadapanku. “Luna, aku sudah tahu salah. Aku benaran nggak tahu kamu terkena tumor.” “Tolong jangan cerai, aku nggak bisa hidup tanpamu.” Saat bicara, air matanya bahkan mulai mengalir dari sudut matanya. Aku hanya tersenyum sinis, memandangnya dengan tatapan mengejek.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Karma Itu Nyata Pengkhianatan

Karma Itu Nyata Pengkhianatan

Dia memegangi kepalanya dengan putus asa dan terus-menerus bergumam. "Nissa, aku memang sangat salah, bisakah kamu kasih aku kesempatan lagi?" "Kamu tahu betul, selama ini kita baik-baik saja. Hanya sekali ini saja aku berbuat salah!" "Aku bersumpah, aku dan Yessy nggak ada apa-apa, nggak ada yang melampaui batas ...." Makin banyak dia berbicara, makin ragu dan pelan suaranya. Bahkan dia sendiri mungkin merasa kata-katanya ini menggelikan.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Perjanjian Di Ujung Pengkhianatan

Perjanjian Di Ujung Pengkhianatan

Juan mengusap wajah Dini dengan lembut dan berkata, _"Aku tahu ini bukan akhir dari segalanya, tapi hari ini, kita telah membuktikan bahwa kebenaran dan keadilan masih ada. Kita harus melangkah maju, demi Dean, demi kita." Dini menatap mata Juan dengan penuh keyakinan yang mulai tumbuh di antara luka lama. “Aku bersamamu, Juan. Aku tak ingin Dean tumbuh dalam bayang-bayang intrik dan kebohongan. Aku ingin dia tahu bahwa cinta dan kejujuran selalu menang, walaupun dunia ini kejam.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Pertanyaanku membuat wajahnya perlahan menatap diri ini kembali. "Kejujuranmu." Aku menunduk sejenak, sungguh di detik ini merasa menjadi manusia paling hina di dunia. Seolah ada jurang paling dalam berisi kotoran yang terpampang di depan mata dan sesaat lagi aku harus melompat ke dalamnya. Berkubang dalam najis yang menjijikkan.
9.8137.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku Tanpa rasa bersalah engkau bertahta Memenuhi semua hidupku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi kejujuran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status