Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Masih ingat dengan koridor itu Tempat itu menjadi saksi Kalian menertawakanku, aku tetap membisu diiringi tangisku Apa salahku? Apa pernah aku menggores luka? Apa kau suka melihatku tenggelam dalam lara? Cukup! Aku ini bukan hewan, aku juga sama makhluk Tuhan seperti kalian Kehidupan di masa depan adalah misteri. Entah apa yang akan didapatkan kesenangan, kebahagiaan, atau bahkan kesedihan. Yang jelas pasti yang diharapkan adalah bagaimana kita bisa menjadi seseorang yang bukan lagi orang sedih atau kesepian. Puisi yang aku sampaikan tadi cukup menggetarkan jiwa. Bagaimana kalian sudah bisa membayangkan seperti apa jalan ceritanya? Jika ada yang bisa menebak alur ceritanya tentunya pasti mas
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!

Bertanggung Jawablah, Bos Arogan!

Studio menjadi hening. "Susah susah gampang menjelaskan hal ini, karena tiap orang punya persepsi yang berbeda tentang 'kesendirian' ada yang merasa lebih tenang sendiri, karena itu ada banyak orang tinggal sendiri dengan binatang peliharaannya, tapi ada juga yang lebih memilih berada di keramaian walau tetap sendiri, sebagian lirik lagu ini mengajak kita semua untuk melihat kesendirian kita dalam konteks gelas setengah penuh, ambil positifnya! Kalau memang sedang sendiri jangan anggap tidak seorang pun peduli, tapi anggap waktunya kita memanjakan diri sendiri, kalau pasangan kita pergi jangan patah hati, bertahanlah dan buat dia menyesal pernah pergi!" Begitu kalimat terakhir selesai, merek
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Flashback - 7 Sumpah - Sepertinya aku menyadari Saat kau pergi tinggalkan aku Artimu kini kuresapi Ketika sunyi mendekap hati Dingin pelukan malam ini Dalam pekatnya aku menangis Sejenak langkahku terhenti Dimana kini aku berdiri New eta -- Dalam pekatnya -------------------------- Dalam kesendirian, kesepian, kesedihan, setelah kepergian sang pujaan hati. Dirinya harus melawan rasa sakit, takut, perih, pedih dan sesak yang melanda batin, jiwa dan raganya.
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi kesendirian
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Bertemu di Perancis

Bertemu di Perancis

Dan telepon di tangan Aku sangat merindukanmu Menjadi dekat tidaklah cukup Dan kedekatan itu tidaklah berarti Aku tersesat Dalam apa yang nyata Dan apa yang aku ciptakan Aku menulis ulang kenangan Dan membiarkan rambut memanjang Dan aku mempersembahkan Cerita indah yang aku akui Bahkan kejahatan waktu Tidak bisa menahan ku darimu Aku sudah memberitahumu Banyak rahasia Yang bukan lagi menjadi milikku Di antara kata-kata yang tak terucapkan Begitu banyak kata-kata cinta Gelisah ini sudah tua Dan waktu tidak pernah berlalu Dan ketika malam tiba Dan saya tidak bisa tidur Jantungku berdebar kencang Dan aku sendirian di sini .... Jantungku berdebar kencang Dan aku sendirian di sini ....
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

Mereka tak menyalahkan gadis itu, menyadari sahabatnya sedang tidak sehat. Dalam kesendirian dan kesedihan tangan Raya mulai bergerak. Ia menuangkan isi kepala yang terlintas dalam bait-bait yang menyentuh. Kepergian temannya mengingatkan kembali kenangan saat berpisah dengan Rayi. Ia merasa kesepian. Tak terasa buliran hangat membasahi pipi gadis itu. *** Puisi Kerinduan *** Kurangkai sebait puisi sederhana
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi kesendirian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status