Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Mereka benar-benar kena telak di kelas Kritik Sastra. Emma spontan menunduk malu sambil menahan tawa kecil. Bu Rina menyilangkan tangan. “Kebanyakan mahasiswa kalau membahas trauma dalam sastra cuma berhenti di ‘kasihan banget tokohnya’, bla bla bla.” Tatapannya menyapu satu kelas dengan tajam. "Seolah-olah kritik sastra itu sesi healing komunitas.” Beberapa mahasiswa langsung pura-pura sibuk mencatat. Entah merasa tersindir atau apa.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi kritikan
Read
+Library
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

“Entah ya, kalau aku sih udah merasa tulisan ini bagus. Tapi rupanya Bob berpendapat lain.” Kulirik Bob yang tengah memijit-mijit pelipisnya dengan jemari tangan. “Bahasanya kurang kritis, nih. Terlalu banyak puji-pujian di awal yang mubazir. Coba bikin yang lebih lugas dan tegas,” katanya tanpa ampun sambil menyerahkan kertas berisi tulisanku yang sudah dia coret sana-sini.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as puisi kritikan
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Pesan ini, betapapun bengis cara penyampaiannya, terasa benar. “Dia bukan sekadar membunuh,” gumam Kirana, lebih pada dirinya sendiri. “Dia sedang mengirimkan kritik sosial. Ia menghakimi dosa-dosa masyarakat kita satu per satu, dari korupsi politik hingga penindasan gender.” “Dia menjadikan dirinya dewa keadilan yang bengis,” timpal Raka. “Menggunakan lakon wayang sebagai kitab sucinya.”
932 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as puisi kritikan
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia adalah Kritikos, Sang Pemangkas Kemungkinan. "Berhenti!" suara Kritikos tajam seperti goresan di atas kaca. "Dunia ini indah karena ia tidak terbatas. Memberi mereka bentuk adalah sebuah kejahatan. Kalian hanya akan membuat mereka menjadi karakter yang terbatas, terjebak dalam plot, dan terikat pada nasib. Biarkan mereka tetap menjadi ketiadaan yang sempurna!"
909 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi kritikan
Read
+Library
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

Ia melihat dirinya yang dulu, yang lemah dan dikhianati. "Lihatlah lubang plot ini," ujar Sang Kritikus. "Kau seharusnya mati di sini. Keberhasilanmu setelah ini adalah sebuah kesalahan penulisan. Aku akan menghapus bab ini, dan semua yang terjadi setelahnya akan runtuh."
874 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as puisi kritikan
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

yakni jenis tulisan yang terbaca berbeda oleh setiap orang tergantung luka atau harapan yang mereka bawa. Namun setelah puisi-puisinya mulai memengaruhi dunia secara literal—batu melunak saat dibacakan “Doa Batu Pelupa,” waktu terasa berhenti selama pembacaan “Jam Ke-25”—Saram menghilang. Ada yang bilang dia menjadi Bayang Lama pertama: bukan karena keinginan yang tak terpenuhi, tapi karena puisi-puisinya terlalu jujur hingga realitas tidak mampu menahannya.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi kritikan
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

lanjutnya, nada suaranya semakin yakin dan analitis, "adalah bagaimana elemen-elemen yang tampak abstrak ini sebenarnya adalah kritik sosial yang sangat pedas terhadap budaya konsumerisme dan kesepian di era modern. Sebuah paradoks antara keramaian kota dan isolasi individu. Sayangnya, lapisan makna ini sering terlewatkan oleh kebanyakan kritikus seni yang hanya terpukau pada tekniknya saja." Austin mendekat. Langkahnya perlahan, penuh rasa ingin tahu yang dalam dan tak terbantahkan. Wajahnya yang keriput dan biasanya menyeringai sinis kini mencerminkan sebuah kejutan yang tak tersembunyi. Dia berhenti hanya beberapa langkah dari Rani.
1037.5K viewsOngoingAdded to Library 787 Times as puisi kritikan
Read
+Library
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

“Aku tidak apa-apa, kok. Saat itu memang aku meminta waktu untuk menenangkan diri sejenak. Aku pergunakan untuk mencerna ucapanmu dengan berbincang dengan para pendahulu. Mereka membuka mata ini, kalau isi kepala orang itu tidak sama. Nah komentar kamu ini lah yang menunjukkan ada orang yang tidak sependapat dengan kita.” “Maaf, ya.” Aku mengangguk sambil menyambung ucapanku tadi. “Ada satu senior lagi yang mengatakan, kalau pengkritik itu justru pembaca yang teliti. Dia menelisik dan menemukan setitik yang menurutnya tidak tepat, dan dia menyampaikan. Perkataan inilah yang membuatku menulis kembali.” Senyumnya muncul kembali. Dengan pongah seperti biasa dia berucap, “Jadi aku salah satu pe
1043.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi kritikan
Read
+Library
Nama Putriku Nama Mantannya

Nama Putriku Nama Mantannya

lanjutnya lagi antusias. “Oh ya, mungkin dia baru belajar, Mas, jangan terlalu banyak dikritik, nanti kalau dia down dan ngambek nggak mau nulis lagi bagaimana, kasihan dong, Mas?” tanyanya sedikit kesal. “Lah bagus dong, kalau dikritik, agar kedepannya lebih bagus, wajar lah namanya juga pembaca!” celetuknya. Ida sedikit kesal, karena yang dia bicarakan adalah dirinya sendiri, sehingga dia pun pura-pura sibuk dan mengalihkan perhatiannya dan ingin segera tidur.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as puisi kritikan
Read
+Library
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Namun tak urung pertanyaan Rasya ia jawab juga, walaupun hanya dengan anggukan kepala. "Baiklah. Kalau pertanyaan kamu seperti itu, saya akan menjawabnya menurut cara berpikir kamu. Ra, dengar, adanya kritik itu biasanya didahului oleh keinginan menghakimi. Misalnya, saat kita melihat seorang wanita memakai rok pendek. Asumsi kita pasti wanita ini bukanlah wanita baik-baik. Padahal kenyataannya, wanita itu baru pulang dari pesta yang dresscodenya memang harus memakai mini dress. Asumsi kita salah bukan? Nah setelah wanita itu lewat, kita juga sudah melupakan sosoknya. Selesai. Kita sudah melupakan wanita itu dan sibuk menghakimi hal baru lagi. Demikian juga kamu. Mungkin saat itu mereka akan
1091.7K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi kritikan
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status