Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rasa Yang Hilang

Rasa Yang Hilang

cecarnya. Rasa kesal yang sempat dideranya semalam akibat hewan milik si kembar tertua memecahkan kaca jendela dengan bata, malah menjadi amarah yang tertahan saat ia membuka mata dan melihat hewan berbulu yang sering disebut “Raja pisang” itu sedang tidur terduduk di atas kasurnya. Spontan dirinya menjeritkan nama sang pelaku kejadian.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Dengan suara derit, panas yang menyesakkan, disertai bau lembap dan jamur tercium. Kamar itu masih rapi seperti saat aku meninggal, kecuali meja dan meja tamu yang sedikit berantakan. Putraku yang memberantakannya beberapa hari setelah aku meninggal. Di sudut dalam ruang tamu, tergambar dua sosok dengan kapur putih, satu besar dan satu kecil. Yang besar adalah aku, yang kecil adalah putraku. Aku pingsan di kamar tidurku setelah keluar dari kamar mandi, sedangkan putraku terbaring diam di pelukanku dan meninggal.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Aku tidak perlu merasa khawatir lagi. Hanya saja, mati di jalanan benar-benar sangat tidak bermartabat. Selain itu kondisi tubuhku juga terlihat sangat mengenaskan, lupakan saja. Sebentar lagi aku juga akan mati, apa bedanya tempat yang bersih dan kotor? Lagi pula tidak akan ada orang yang mengenaliku. Untung saja Andre tidak pernah melihatku dalam kondisi seperti ini. Saat malam tiba, tubuhku perlahan-lahan mendingin dan tertutup salju ....
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Baru saja semuanya terasa baik. Lalu hancur begitu cepat. Setiap kali ia memejamkan mata, tatapan dingin Rendra di mobil tadi terus terbayang. Ia merasa bodoh. Seharusnya ia tahu bahwa kejujuran pahit selalu lebih baik daripada kebohongan yang manis di awal. Ia meraih ponselnya, mengetik pesan berkali-kali namun menghapusnya lagi.
10835 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Possessive Wife

Possessive Wife

Hati ingin memilihmu Dalam hidupku oh sayang Kau segalanya untukku ooh Janganlah jangan kau sakiti cinta ini Sampai nanti di saat ragaku Sudah tidak bernyawa lagi Dan menutup mata ini untuk yang terakhir Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini Sampai nanti di saat nafasku Sudah tidak berhembus lagi Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati Tolonglah jangan kau sakiti cinta ini Sampai nanti aku tidak bernyawa lagi Dan menutup mata ini untuk yang terakhir Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini Sampai nanti di saat nafasku Sudah tidak berhembus lagi Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati Cinta sampai mati 15 menit aku menyelesaikan ritual mandiku, suami sudah menikmati sarapannya, duduk l
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
My Psychopath Husband

My Psychopath Husband

words, dengan beberapa baris penutup yang membuatku semakin bertanya-tanya. Di sana tertulis, Tubuhnya adalah kanvas dan lirihnya adalah desau angin musim semi. Banyak sekali kupu-kupu hinggap menggelitik tubuhku, membuatku ikut melambung tinggi. Dan pada malam kala aku menyentuhnya, adalah malam terakhir yang kupunya untuk melihatnya. Karena dia harus pergi. Dia harus mati
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

Kau tinggalkan noda hitam Buah cinta kasih yang putih Inginku mati bila tak ingat dosa Ingin rasanya ku pulang ke rahim ibu Dan tak pernah terlahir lagi Lihatlah (lihatlah) terlanjur sesal Langkah diri karena janji Ibarat tangkai aku t'lah patah Ibarat gurun aku tandus Ibarat sungai aku kering Kini musnah harapanku Cinta terputus di tengah jalanan Kau tinggalkan noda hitam Buah cinta kasih yang putih Inginku mati bila tak ingat dosa Ingin rasanya ku pulang ke rahim ibu Dan tak pernah terlahir lagi
771 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Halamannya berwarna gading pucat, tulisan di dalamnya bercahaya lembut, dan di halaman pertama tertulis: “Kitab Layung – Naskah Rasa Pajajaran Eling.” Ia membacanya pelan, bukan dengan suara, tapi dengan hati. Dan dari dalam kitab itu, seolah-olah terdengar suara Larisa membisik lembut: “Rasa téh moal luntur, sanajan waktu robah. Sabab rasa téh nyawa nu teu bisa dituliskeun.” (Rasa tak akan luntur, meski waktu berubah, karena rasa adalah jiwa yang tak bisa ditulis.)
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mungkin Mama sedang mengisi daya batrainya. Kulirik Pak Afnan, dia sedang sibuk dengan gawainya. Aku pun mengetik beberapa bait puisi untuk membunuh waktu, daripada keolenganku kambuh. RANJAU Tuhan Bila hati salah melangkah Tunjukkan arah Bila rasa adalah dosa Hapus segera Dialah gelora Pada cita yang tersita Pada cinta hampir ternoda
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai puisi mati rasa
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai puisi mati rasa
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status