Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Justru karena mereka kini tahu: harapan tidak lahir dari angan semata, tetapi dari kerja yang penuh luka, dialog yang getir, dan keputusan-keputusan sulit yang tak selalu disukai. Saat ditanya lagi, “Kapan harapan kalian akan terwujud?” Tuma tersenyum lelah, “Mungkin tidak dalam hidupku. Tapi anak-anak yang lahir di Akarlangit tak akan bertanya kapan harapan akan datang—karena mereka tumbuh di tengahnya.” Dan di kejauhan, dari balik kabut tebal Tilangkar, cahaya kecil mulai tampak di beberapa lereng lain. Mungkin, seperti Akarlangit, harapan itu sedang ditanam di tempat-tempat lain pula.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

“Kamu punya mimpi? Impian, mungkin.” Mustahil! Setiap yang hidup dan terlahir di bumi tidak memiliki mimpi. Paling tidak, mereka yang telah melihat luas dan kejamnya dunia, ada setitik harapan yang mereka gantungkan. Walau dunia bersikap tidak adil sekali pun, harapan dan mimpi mereka jadikan pegangan hidup. Bukan hal yang mudah namun juga tidak bisa dikatakan itu sulit. Sebelum mencobanya, sebelum terjun ke dalam lumpuh yang dipenuhi lintah maka hidup akan begitu-begitu saja: monoton.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Dan nama-nama mereka bukan satu kata. Tapi kalimat. Puisi. Isyarat-isyarat. **“Yang Pernah Dimimpikan Tapi Tak Jadi”** **“Yang Didoakan di Malam Banjir”** **“Yang Tertinggal Saat Listrik Padam”** Ilham dan Aaron mencatatnya… …dengan tubuh mereka. Karena tidak ada kitab. Tidak ada batu. Hanya **roh yang mengingat, dan tubuh manusia yang memilih memikul.**
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Uma meringis malu. “Tidak apa-apa, Uma. Saya pernah membaca suatu artikel yang mengatakan bahwa mimpi adalah benih, harapan adalah air, usaha adalah pupuk. Ketiganya bisa menciptakan kesuksesan. Semoga saja semua mimpi-mimpimu akan menjadi kenyataan.” Dia membesarkan hati Uma. “Aamiin ya Allah, aamiin.” Uma mengamini kata-kata Dia. Keduanya kemudian mulai memasak sambil membicarakan mimpi-mimpi besar mereka.
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Harapan Anak Menggantikan Aku

Harapan Anak Menggantikan Aku

Awan putih lembut menggantung di langit. Lagu-lagu kuno dari suku minoritas datang dari jauh. Semuanya tampak begitu indah. Niel mengulurkan tangannya padaku dan berkata, "Ayo pergi lihat!"
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Bahkan, memiliki anak dengannya. [Rendra, berjanjilah padaku. Kalau kamu benar-benar menyukaiku, pergilah dari hidupku.] [Makin jauh, makin baik! Janji, ya?] [Anggap saja ini permohonanku.] Setelah menunggu lama dan masih tidak mendapat balasan, aku memeluk buku harian itu sambil meringkuk di lantai hingga akhirnya tertidur. Dalam mimpi, aku melihat Rendra yang berusia tujuh belas berlari panik di gang gelap.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama Sama-sama memberiku duka! ] Zoelva sangat paham dengan kalimat itu. Sepaham ia pada garis tangannya sendiri. Ya, puisi itu berkisah tentang kehilangan harapan dan keputusasaan! Tetapi mengapa? Sebabnya apa? "Mbak, apa salah saya?" Ia mengirimkan pesan messenger. Setelah ia menunggu lama, Latifah tidak membalasnya. Hanya membacanya saja.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Istana Dengan 2 Ratu

Istana Dengan 2 Ratu

kali ini pertanyaanku berhasil, Askara melihat ke arahku namun tidak sepatah kata pun dia ucapkan Ia hanya menatapku tajam seolah memberi isyarat untuk diam Tapi aku berusaha untuk terus berbicara agar sedikitnya dia juga mau berbicara padaku. " dulu waktu aku kecil aku pernah bertemu seseorang lalu aku menulis dia dalam sebuah puisi Aku pikir aku hanya cukup Menulis satu puisi untuknya ternyata tiap malam menjadi kebiasaanku untuk menulis satu puisi untuk dia, kau tahu laki-laki yang aku tulis dalam puisi itu menjelma menjadi pangeran impianku Aku sama sekali tidak mengenal laki-laki itu Aku tidak tahu sifatnya, Aku tidak tahu cara dia bicara, Aku bahkan juga tidak pernah menatap matanya, A
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

Anak Pulau: Pembawa Kekuatan Legenda

Saat mereka memegang benda-benda itu, ruangan mulai bergetar, dan dinding bercahaya itu berubah menjadi layar besar yang memperlihatkan gambar-gambar masa lalu, masa kini, dan masa depan. Patiwaji melihat bayangan seorang lelaki tua yang mirip dirinya, memegang cawan yang sama, berdiri di tengah kerumunan besar. Wajah lelaki itu penuh dengan keyakinan, dan suaranya bergema di seluruh tempat. “Harapan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Harapan adalah sesuatu yang kita ciptakan, bahkan di tengah kegelapan.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
First Love

First Love

Pada realitanya, mimpi akan selalu lebih indah dari kenyataan, bukan? Harapan bisa tumbuh dihati semua orang walau orang itu sudah berjanji untuk mumupuskan semua angan, khayalan, dan harapan. Tanah tandus saja masih bisa dihidupi oleh rumput liar jika air turun pada permukaan itu. Batu yang keras saja bisa pecah jika tetesan air yang persisten jatuh pada permukaan yang sama tanpa henti. Pun dengan keraguan Clara yang selalu masih ada, hilang timbul walau setiap hari Joy selalu membuktikan kejujurannya.
9.612.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai puisi mimpi dan harapan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status