Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

Jika mau diterima SMA paling favorit sekecamatan, aku harus berani menampilkan pembacaan puisi. Ibu membantu memilih koleksi puisi karyaku. Aku memang punya buku khusus semacam diary untuk menampung karya-karyaku. Setelah berdiskusi ngalor-ngidul kami memutuskan untuk memilih puisi berjudul “Hujan.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau

Alarm di jam Danu berdering. Sengaja ia nyalakan di Hpnya agar kali ini bagun lebih bagi, karena memang sering kesiangan beberapa hari ini. Danu beranjak dari tempat tidur, cuci muka dan segera keluar untuk menyapu halaman. Ia harus tetap bergerak agar tak terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut. “Selamat pagi, Pakde.” Ainun keluar dan menyapanya dengan wajah kusut.
1023.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 762 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
PEDANG PUSAKA TERHEBAT

PEDANG PUSAKA TERHEBAT

Disana tertulis beberapa latihan dan benda pusaka yang mampu menjadikan seseorang tak terkalahkan, melihat sophia berusaha keras membuat Girgal belajar membaca itulah tujuan buku harian sophia ada, membantu dan mendukung Girgal meskipun tanpa sosok sophia lagi. "Ibu, terima kasih-" "Minggir!! Dasar rakyat jelata. Aku harus mengambil jalan itu," seru seorang wanita muda. "Huh? Siapa kau sampai-sampai memerintah orang lain begitu," "Tsk, dasar manusia bodoh!! Dia adalah putri dari kepala wilayah," sahut seorang wanita lainnya. "Aku tidak bertanya, kalian hanya membuang-buang waktu saja,"
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

sapa Pak Rudi dengan ramah. "Oh, tidak Pak. Baru lima menit yang lalu saya sampai," jawab Ardi, sang penulis, dengan senyum hangat. Pak Rudi mengenalkan Aris sebagai anaknya kepada Ardi. Mereka pun saling berkenalan dan berbincang mengenai dunia menulis. Ardi, seorang penulis profesional yang masih muda namun sudah memiliki banyak karya terkenal, akan menjadi mentor Aris.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

“Tapi aku maunya kamu yang ucapin Lov. Kan kamu yang nulis, bukan aku.” “Iya. Kata-katanya dari kamu, terus aku yang nulisin, gitu Mas.” “Kamu aja yang cariin apa kata-katanya. Yang penting romantis ya.” “Kalau puisi dari Soepardi Djoko Darmono aja gimana?” “Boleh.” Lov lalu menulis sebuah puisi yang sebenarnya tak terlalu asing bagiku. Puisi itu sering muncul di beberapa film percintaan dan di artikel-artikel di internet.
9.729.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 924 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

papar Alisia penuh kecewa. "Ok papah keluar asal kamu tahu papa sayang sama kamu seperti layaknya kamu Putri kandung bapak sendiri bahkan hingga sampai dengan detik ini Tuhan masih belum mempertemukan papa pada Putri kandung papah yang sesungguhnya "jawaban Adam dan langsung meninggalkan Alisia sendirian di kamarnya. ***
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Suara samar terdengar, itu adalah suara Arjuna Wisangjati, jernih dan damai, bergema dari langit: “Nagara, rasa geus hirup. Waktu geus eling. Ayeuna waktuna manusa nyerat rasa dina hirupna sorangan.” (Nagara, rasa telah hidup. Waktu telah sadar. Kini saatnya manusia menulis rasa dalam kehidupannya sendiri.) Nagara menunduk, air matanya tampak jatuh di halaman terakhir kitab. Dan di tempat tetes air itu menyentuh, muncul cahaya yang membentuk kalimat terakhir. “Eling téh lampu rasa, nu moal pareum sanajan poék datang.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Yah, setidaknya pedang itu bisa masuk gudang senjata, pikirku sambil menyeringai tipis dengan mata yang mulai berbinar jahil. "Tepat sekali!" Sori Sinambela tiba-tiba berdiri tegak, merapikan jubahnya dan berpose dramatis seolah sedang berada di atas panggung megah. "Impian besarku adalah mengarungi seluruh Dataran Antara dan menulis sebuah mahakarya puisi bertema... 'Bertahan Selamanya'!" Aku mengusap daguku yang mulus—janggutku bahkan belum tumbuh—sambil mencerna kata-katanya. Sebuah ide gila mulai melintas di otakku.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

pinta Nayara. Plak! “Arkh!” Nayara memekik sakit saat hanger kayu itu mendarat di tas kepalanya. “Dasar anak tidak tau malu, kamu masih berani meminta uang dariku setelah membohongiku selama bertahun-tahun.” Clarissa berteriak marah. “Kamu ada hanya untuk membuat malu keluarga Widjaya saja.” Bugh! Bugh! Clarissa memukuli Nayara habis-habisan dengan hanger kayu. Anik yang melihatnya hanya bisa menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada ~ Sapardi Djoko Damono ~ *** "Maaf, ya, Nurul karena aku sama sekali tidak tertarik dengan suamimu lagi!" balasku berusaha meredam amarah apalagi sekarang tengah membantu Mas Dika sesuai janji.
1065.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai puisi pak sapardi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status