Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Suamiku yang dari Desa Ternyata Kaya Raya

Tapi memang seperti itu keadaannya, malah awalnya ku kira itu rumah tetangga, setelah melihat banyak tumpukan rumput juga terdengar suara sapi aku pun menyadari jika itu kandang sapi. "Hus! Kalau gak kayak gitu, sapinya kedinginan." Sekejap aku tertegun mendengar jawaban mas Umair. Benar juga yang ia katakan. Setelah selesai melepas helm dan jaket, mas Umair lalu mengajakku menuju pintu rumah yang terdiri dari dua daun pintu. Persis dengan ciri khas rumah jawa sebenarnya. "Assalamualaikum!" ucap mas Umair seraya mengetuk pintu yang terbuka sebelah.
9.572.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

Pastinya aku memiliki senjata yang ampuh yaitu bayi dalam kandunganku. Semenjak hari itu, aku belum pulang lagi ke kampung, tapi kudengar jika rumah Bapak dan Ibu sudah selesai. Dia mengirimiku beberapa photo. Sebuah rumah minimalis modern dua lantai sudah menjelma menjadi miliknya.
9.7330.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Daster Buat Istriku

Daster Buat Istriku

Tapi, aku harus meneruskan perjalanan. “Itu rumah kami, Bu Guru!” Bima menunjuk sebuah rumah kecil yang jauh dari kata layak. Berdinding anyaman bambu berlantai tanah. Posisinya doyong ke arah kanan. Aku yakin, bila ada angin kencang yang sedikit dasyat, rumah itu bisa saja ambruk. ***** Bersambung
1044.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Perlahan tertelan waktu yang hampir lelah menunggu Tapi ia tetap memaksa diri untuk merinduimu. Katakan padaku, seberapa lama lagi aku harus menanti? Sampai kemarau berganti hujankah? Kemudian aku bertanya kembali pada sang senja Rumah manakah yang sebenarnya hendak engkau suguhkan untukku? Rumah sepi yang akan membuatku frustrasi? Ataukah rumah patah hati yang dapat membuatku ingin mati? *
9.167.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Mistake in Love (Bahasa Indonesia)

Mistake in Love (Bahasa Indonesia)

I'm gonna fight 'em all A seven nation army couldn't hold me back They're gonna rip it off Taking their time right behind my back And I'm talking to myself at night Because I can't forget Back and forth through my mind Behind a cigarette The White Stripes (Seven Nations Army) *** Rumah itu terlihat buruk. Seperti tidak ada yang tinggal di dalamnya. Semak dibiarkan meninggi. Jalan setapak dari pagar menuju teras dibiarkan berlumut, begitu pula dengan pagarnya yang dari batu alam. Keramik lantai teras juga sudah menguning seperti tidak pernah dipel sekian lama. Satu lembar triplek plafon jatuh menggantung seperti luka menganga karena kebocoran atap teras yang tidak diperbaiki. Tanda kehidupan
1010.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Cinta Tak pernah meminta berlabuh di mana Sekotor apa pun wadahnya, tetap kan menyapa Derap langkah akan selalu mencari cara Untuk akhir yang tersembunyi bersama rahasia Cinta Kuatkan hati agar selalu setia Luaskan sabar menahan lara Hingga doa mampu berikan asa Aku dan kamu bisa bersama Gerimis di bumiku, 4 Oktober' Puisi terunggah tanpa menunggu lama. Ada kepuasan tersendiri bisa menyampaikan rasa lewat aksara. Bahkan ada keinginan untuk mencoba hoki dalam dunia literasi dan mengejar mimpi lewat satu cerita. Namun, nyalinya belum sekuat itu. Ia takut malah tidak bisa lagi berenang ke tepian lalu tenggelam karena melakukan tindakan berbahaya. Sementara raga belum mempersiapkan diri sama sek
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
You Are My Moon

You Are My Moon

Saat kecil ibu mengajariku bahasa Indonesia, dan karena aku jarang menggunakannya saat di Jepang itu membuat pengucapanku dalam bahasa Indonesia masih kaku. Aku yang tadinya mengantuk menjadi segar kembali saat keluar dari mobil. Begitu membuka pintu mobil aku bisa merasakan udara yang segar, dan juga sejuk di malam hari ini. Jadi disini tempat tinggal baruku ya… sebuah rumah dengan bangunan 2 tingkat, halaman depan yang terlihat hidup dengan beberapa tanaman, dan juga kolam ikan. Lingkungan disini juga terlihat bersih, dan juga hijau oleh pepohonan.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

Ia membuka halaman baru, lalu mulai menulis sesuatu yang selama ini hanya berani ia katakan dalam diam: “Aku pernah menyamakan cinta dengan rumah. Tapi kini aku tahu, rumah seharusnya tak membuatmu merasa asing terhadap dirimu sendiri.” Ia berhenti sejenak, membiarkan kalimat itu mengendap. Kemudian menambahkan: “Aku tidak lagi mencari rumah dari orang lain. Karena aku telah mulai membangunnya dalam diriku.” Sebuah pesan masuk.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

--- Judul: Rumah Tanpa Alarm Rumahku tidak punya alarm, Tapi aku tahu kapan orang dewasa sedang takut. Suara pintu yang ditutup terlalu pelan. Napas panjang sebelum jawab pertanyaan. Pelukan yang lama tapi tidak bicara. Dulu aku pikir rumah adalah bangunan. Sekarang aku tahu rumah itu perasaan. Dan kadang rumahku pindah-pindah: Dari pelukan Mama, ke genggaman Papa, ke senyum yang tidak diucapkan.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi rumahku 2 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status