Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Panas Sang Penyamar

Cinta Panas Sang Penyamar

tanya Sisi tanpa menengok pada Daffi. “Kami sedang melihat santri sedang mengusir burung. “ "burung siapa?"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Pria Tua di Kuil Di antara para penjaga, seorang pria tua berwajah petak, bertubuh kekar, berjanggut dan berkumis putih—mengenakan jubah prajurit ungu dengan lis emas—berjalan sambil menggaruk hidung dengan jari kelingkingnya. Dalam hatinya ia menggerutu: "Dewi Chan Si akhir-akhir ini terlalu sensitif. Sejak kapan iblis naik tingkat kekuatannya? Yang ia sebut-sebut hanya tentang ‘kematian’. Benar-benar berlebihan…" "Sepuluh hari pembersihan besar, tiga hari pembersihan kecil… mana mungkin masih ada orang memaksa melihat ritual?" "Omong kosong…"
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Bab 20 Rayuan setan Semakin Herni berontak, lelaki itu semakin beringas memuaskan dahaganya. Sedangkan Herni hanya bisa menangis, tanpa berani melawan. Inikah yang disebut Sri ada lelaki yang mau memberinya uang? Inikah yang disebut Sri, pekerjaannya gampang?
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 737 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Insiden mengerikan terjadi tepat di pesantren yang ia bina. Dalam hal ini pasti semua orang akan menyalahkan pihak civitas akademika pesantren dan jajarannya yang tak becus mendidik para santrinya. Namun tiba-tiba terdengar suara orang yang bernyanyi menggunakan TOA, memecah pikiran semua orang termasuk santriwati yang memiliki suicide obsession (keinginan bunuh diri). “Seperti mati lampu ya Sayang, seperti mati lampu! Cintaku padamu ya Sayang bagai malam tiada berlalu!!!”
10147.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Buang

Istri yang Kau Buang

"Pada CV tertulis kalau Anda adalah seorang lulusan sastra. Pernah bekerja sebagai seorang finance. Saya ingin tahu, kenapa anda bisa nyasar di bidang itu?" Ditatap sedemikian rupa dan diberi pertanyaan seperti itu, membuat rasa gugup kembali menyerang. Sebenarnya Sofia sudah menyiapkan diri jika mendapat pertanyaan seperti itu. Pertanyaan yang cukup lumrah sebab basic pendidikannya adalah Sastra Inggris. Namun, mendengar kata 'nyasar' yang diucapkan penuh penekanan oleh lelaki itu, mau tidak mau Sofia gugup juga. Dia berpikir keras sebelum akhirnya memberikan jawaban.
98.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

"Dan sekumpulan orang bodoh itu! Mereka nggak sadar kalau sedang dimanfaatkan, dan malah membantunya!" Sementara itu, aku malah tenang saja dan meminum tehku perlahan, "Biarkan saja dia mau apa. Aku mau lihat sejauh mana dia bisa bertingkah." Tentu saja Rani mulai mempromosikan barang setelah menangis menceritakan penderitaannya. Sambil terisak dia berkata dengan terbata-bata, "Aku benar-benar nggak punya pilihan lain. Aku bukan orang yang berkuasa, tolong bantu aku!"
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Nyatanya menulis tentangmu adalah hal yang membuktikan betapa berharganya sosokmu di mataku. Bian Qais Liandra, i love you. KLJ." Bian bahkan hapal setiap bait menarik dari lembar-lembar puisi yang dikirimkan Kalista. Kalista terdiam dan kembali meneteskan air mata haru usai Bian menyebut baris-baris kalimat yang ia tulis sewaktu SMA dulu. Bahkan Kalista juga ikut menyahut bersama Bian di bait ketiga. Bian percaya sepenuhnya sekarang bila puisi-puisi yang masih ia simpan sampai detik ini di salah satu kamar di kediaman kakek Aidennya adalah murni buatan Kalista.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

tanyaku pada Udin, dari pada penasaran. "Oh ini, ini rumah buleknya Mbah Yai," jawab Udin Ada santri wati yang lewat di hadapan kami, yang satu masih kecil berkulit sawo matang, kutaksiri dia masih SMP. Yang satunya lagi sedikit tinggi dan berkulit putih, hidungnya mancung. Tangan kanan memegang ujung mukena agar tidak menyentuh tanah, sedangkan yang kiri memegang Al-Qur'an. Tidak selang beberapa lama ada santri wati datang dari arah belakang kami. Tangan kiri memegang ujung mukenahnya. Sedangkan kanan melambai mengikuti langkah kakinya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status