Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takdir Cinta Sang Anak Koruptor

Takdir Cinta Sang Anak Koruptor

Bahkan jika suatu saat nanti ada badai yang kembali datang memporak-porandakan hidupmu, Ayah selalu percaya kalau kamu akan selalu bisa melewatinya. Winena, anak Ayah, Ayah rindu sekali. Sungguh, Ayah ingin bertemu denganmu, memelukmu erat-erat seperti dulu setiap Ayah pulang kerja dan kamu akan menagih oleh-oleh apa yang Ayah bawa. Ayah ingin bisa melihat senyum lebar di wajah anak Ayah yang begitu semringah seperti dulu. Ayah ingin... masa-masa itu kembali dan rasa rindu Ayah terhadapmu bisa terobati. Tetapi, di sini rasanya juga berat sekali, Nak. Maaf, karena Ayah harus menempuh jalan ini untuk pergi. Maaf, karena Ayah tidak bisa mengucapkan selamat tinggal yang benar kepadamu karena Aya
108.1K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

Hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit saja, semangkuk mangga muda yang ada di hadapanku sudah berpindah tempat, bahkan bumbunya pun ikut lenyap. "Kamu percis seperti ibumu saat ngidam," celetuk ayah. Di sudut matanya, aku menangkap ada sebuah kesedihan yang teramat dalam. Aku tersenyum tipis, lalu berkata, "Ayah jangan sedih, ibu pasti sangat senang sekarang, karena sebentar lagi akan mendapatkan seorang cucu dariku." "Iya, ibumu pasti akan sangat bahagia di atas sana, sekaligus ... bersedih."
9.976.9K viewsOngoingAdded to Library 2.1K Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Konten Marriage

Konten Marriage

Bagaimana Kai, latihanmu hari ini berjalan baik. Kai mengangguk. "Kai, coba tersenyum," pinta Ibu. "Ayo, coba tunjukkan senyum terindahmu untuk Ayah." Kai pun mengangguk, lalu tersenyum. Senyum baru Kai begitu membuat Ayah bahagia sampai terbahak menggendongnya. "Ini Aira, kan?" Ibu mengangguk. "Tuan, bagaimana dengan nasib Suamiku?"
9.816.2K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as puisi senyum ayahku
Show Reviews (58)
Read
+Library
WarmIceBoy
Terima kasih yang sudah mau membaca, semoga kalian betah. Saya akan berusaha update cepat dan meminimalis typo. Maaf jika masih banyak kekurangan. Semoga novel ini bisa menghibur. Tinggalkan saran, kritik, masukan, dan review kalian, ya. jika iklas bisa memberi diamon :) Selamat membaca~
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Om Teman Masa Kecil Ayah

Om Teman Masa Kecil Ayah

Jari telunjuk ayah menyentuh bibirku yang basah, lalu menjilatnya dengan ujung lidahnya. Pemandangan erotis itu membuat tubuhku gemetar hebat. "Jawab Ayah, Sayang." Dia membelai daun telingaku, mata sipitnya yang indah berbinar sambil tersenyum. "Katakan saja yang sebenarnya."
9.8K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Jeritan Dibalik Peti Mati Ayahku

Jeritan Dibalik Peti Mati Ayahku

"Tumbal berjatuhan, entah dari sisi mana aku tidak tau, Ka. Yang pasti setiap ayahku minta tumbal, dia selalu kasih," "Pasti ini alasan ayahku..." "Aku tidak tau, Ka. Sungguh," Puri mulai terisak. "Iya, aku tau. Lanjut aja," "Dia lalu mengirim satu persatu nama yang membuat dada ayahku sesak. Entah siapa, Ayah juga tidak pernah menyebut. Tapi ini resiko, kan, Ka?" "Ya, aku mengerti,"
102.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Suamiku, Sahabat Ayahku

Suamiku, Sahabat Ayahku

“Cepat naik!” Ucapan itu membuat Nara semakin geram. Benar-benar menguras emosi. Mood baiknya dihancurkan begitu saja. ‘Aku akan mengadu dengan ayah!’ Sepulang dari kampus, dan saat sudah tiba di rumah. Nara menghampiri ayahnya dengan wajah yang sangat masam. “Ayah!” “Lho pulang-pulang kenapa seperti ini? Ada apa anak ayah?” Dhafian pun terheran, kepulangan anaknya itu mendatangi pertanyaan di benaknya.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Kembalilah Padaku

Kembalilah Padaku

Menangislah, gadis kecil Tidak ada yang melakukannya sepertimu Aku tahu seberapa penting itu bagimu Aku tahu kamu punya masalah dengan ayahmu Dia dan aku bernyanyi seraya kami mengikuti alunan musik, membiarkan jalanan menuntun langkah kami selanjutnya dan menemukan kedamaian dan ketenangan di dalam satu sama lain. Senyum Panca padaku adalah senyuman terindah yang pernah kulihat seumur hidupku. Ketika dia menatapku sambil menyanyikan kata-kata itu, dia membuat jantungku berdegup kencang dan membuatku merasa utuh sepenuhnya, seolah-olah aku tidak membutuhkan apa pun untuk hidup selain dirinya.
9.286.3K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Fall for Summer

Fall for Summer

Summer tersenyum yang mencapai matanya, tapi ada kesedihan di sana. "Dia memang ayah terbaik di dunia." Gantian aku yang meremas tangannya. "Tapi bukan berarti hidup tanpa ayah itu buruk, ibu kita berhasil mengurus hingga menjadikan kita seseorang yang membanggakan mereka." Ketika dia hanya tersenyum pilu, aku langsung menggoda, "Balik lagi ke hal tadi, apa kau cuma bisa mengomentari tentang kebiasaanku saja, hmm?"
106.9K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Jalan Bahagia

Jalan Bahagia

Kataku hati-hati. Ayah tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya "kalau itu yang terbaik buat mbak zenzen dan bikin mbak zenzen bahagia, ayah ndak papa mbak. Ayah ndak maksa maunya mbak zenzen" Kata ayah. Aku terdiam cukup lama, memikirkan jenis-jenis kemungkinan yang akan terjadi. Tak sadar, kursi disebelahku telah diduduki ibu.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
Menjadi Istri Kelima Penguasa Kejam

Menjadi Istri Kelima Penguasa Kejam

“Tentu saja, Sayang. Kamu adalah putri yang terbaik. Mereka pasti akan sangat menyayangimu seperti ayah dan ibu.” Perasaan aneh menyelimuti dadaku, membuat wajah tersenyumku bungkam dalam kebisuan. Sayangnya, aku masih terlalu kecil untuk mengerti arti perasaan yang kurasakan hari itu. Senyuman ayah jauh lebih berharga dari pada perasaan aneh yang memenuhi dadaku. “Kamu senang kan, Sayang?” “Ya, Ayah, aku senang!” jawabku begitu tulus.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as puisi senyum ayahku
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status