Pengkhianatan Suamiku
Hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit saja, semangkuk mangga muda yang ada di hadapanku sudah berpindah tempat, bahkan bumbunya pun ikut lenyap.
"Kamu percis seperti ibumu saat ngidam," celetuk ayah. Di sudut matanya, aku menangkap ada sebuah kesedihan yang teramat dalam.
Aku tersenyum tipis, lalu berkata, "Ayah jangan sedih, ibu pasti sangat senang sekarang, karena sebentar lagi akan mendapatkan seorang cucu dariku."
"Iya, ibumu pasti akan sangat bahagia di atas sana, sekaligus ... bersedih."
Hot Chapters