Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rahasia yang Tak Kau Ketahui

Rahasia yang Tak Kau Ketahui

Aku mengambil spidol, lalu menulis rahasiaku dengan serius. Erick ingin melihat, tetapi aku menutupnya. "Misterius sekali. Aku tebak, kamu pasti berharap kamu cepat sembuh, 'kan?" Aku menggeleng dan menimpali, "Itu bukan harapan, tapi delusi." Erick termangu mendengarnya. Kemudian, matanya memerah.
10.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 420 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

“Aku menang, Pedro mati, semuanya mati, hanya aku yang menang. Ini takdir. Tuhan sudah mengukir.” Aku kian memangkas jarak. Dan mulailah terlihat kenop Bilik yang berdebu. Aku menarik Kunci sembari mengingat-ingat sebuah puisi karangan penyair yang namanya tak kusimpan. “Biarkan aku mati dengan tenang karena bulan tak selalu senang kehadiran pemenang yang haus akan kenangan. Karena bulan sungkan menjadi penenang antara aku dan cenayang.”
3.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 117 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Tanya Astari, saat suaminya pulang larut dari rumah Dena, lalu mereka bercakap serius di tempat tidur. Prana bercerita semuanya tentang peristiwa maghrib-maghrib di depan rumah Dena, termasuk mengungkap kasus perkosaan bergilir bagi para para bocah perempuan kecil, usai mereka bermain Hoom Pim Pah. "Itu bahasa Sansekerta, artinya Dari Tuhan Kembali ke Tuhan...." "Bagus maknanya, lalu Gambreng itu apa?"
3.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 88 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

Mei mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap anak-anak tersebut. "Izin mengamen ya, Kak," ujar salah satu anak yang membawa kicrikan yang dibuat dari tutup botol. Laskar pelangi Takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia Selamanya
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

"Kau masih mempunyai bola mata. Tidak seperti gurumu yang benar-benar sudah tidak punya. Tabib yang pernah merawat kalian juga bilang, matamu tidak sepenuhnya buta, hanya saja sulit untuk kembali pulih." Li Bai sempat bertanya mengapa bisa menjadi seperti itu, setelah Wu Shi kembali menjawab dengan jawaban yang sama bahwa ini semua adalah ulah pemimpin Tulang Naga, Li Bai hanya terdiam dan berdiri di depan mereka tanpa menjawab sepatah kata pun. "Karena goresan kuku yang tidak biasa, aku jadi yakin dia pengguna Teknik Terlarang," gumam Li Bai. "Itu sudah pasti," ucap Wu Shi.
4.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 108 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Ini mungkin akibat dari kegembiraan kami sore itu, ketika aku, Tedi, Nina, dan Rossi memborong es teh manis dari penjual langganan kami untuk merayakan kemenangan kami dalam mengungkap kasus pencurian yang dilakukan oleh Pak Udin. Kami telah meminum es teh manis itu hingga perut kami kembung, dan sekarang aku harus membayar harga untuk itu. Sejak pulang sekolah hingga sebelum tidur, aku telah bolak-balik ke kamar kecil. Padahal harusnya sekarang sudah kembali normal, tapi nyatanya sekarangpun, rasa tidak nyaman itu kembali datang, membangunkanku dari tidur yang nyenyak.
1.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Ifan meringis menahan perih, handuk kecil yang bu Asih gunakan untuk menyeka kulit Ifan terasa begitu menyakitkan. Bu Asih menyodorkan sebotol air mineral dan berkata “kamu lahir hari kamis wage, kamu memiliki energi spiritual yang kuat, sehingga menarik perhatian makhluk gaib, simpelnya makhluk gaib mudah tertarik padamu” “Berarti Ifan gak beneran diguna-guna dong” Ifan menimpali.
870 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Perlahan tertelan waktu yang hampir lelah menunggu Tapi ia tetap memaksa diri untuk merinduimu. Katakan padaku, seberapa lama lagi aku harus menanti? Sampai kemarau berganti hujankah? Kemudian aku bertanya kembali pada sang senja Rumah manakah yang sebenarnya hendak engkau suguhkan untukku? Rumah sepi yang akan membuatku frustrasi? Ataukah rumah patah hati yang dapat membuatku ingin mati? *
9.167.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Istri yang Kau Sengsarakan

Istri yang Kau Sengsarakan

Tapi ia tak punya pilihan untuk mengeluh. Dengan perlahan, ia bangkit dari lantai dan berjalan terpincang ke dapur mungil di sudut kontrakannya. Lampu dapur remang, suara tetesan air dari kran yang bocor terdengar seperti irama kesepian. Nayara membuka termos kecil, memeriksa apakah masih ada air panas untuk menyeduh teh. “Alhamdulillah, masih ada,” gumamnya, tersenyum lelah. Ia menyeduh segelas teh manis hangat, lalu kembali duduk di dekat kasur Reyhan.
1.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 45 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

“Buahahahaha… kalau memang kamu suka teka-teki, carilah cara untuk keluar dari situ.” Linda kesal dan menendang-nendang pintu lemari itu. “Heh! Heh! Kalau pintu lemari mama rusak, tak ada makan malam untukmu!” ancam Jeni. Linda terdiam. Ancaman perut lapar, memaksanya mencari jalan lain. Gak mungkin mamanya tidak membuat jalan keluar. Kalau dia sendiri yang tak sengaja terjebak, bagaimana?
106.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 230 Beses bilang puisi teka teki
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status