Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1026.7K viewsCompletedAdded to Library 933 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Mereka duduk berdampingan di lantai, membaca katalog seni sambil menyeduh teh hijau dari termos yang dibawa Aurora. “Puisi ini… kamu tulis tentang siapa?” tanya Aurora lirih, menunjuk salah satu bait di halaman belakang. "Mata itu tidak memintaku jatuh cinta, tapi seolah tahu aku akan jatuh juga." Raku tertawa pelan, lalu menatap Aurora. “Mungkin tentang seseorang yang belum kukenal saat kutulis… tapi sekarang mulai terlihat wajahnya.”
102.4K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Rahasia yang Tak Kau Ketahui

Rahasia yang Tak Kau Ketahui

Aku mengambil spidol, lalu menulis rahasiaku dengan serius. Erick ingin melihat, tetapi aku menutupnya. "Misterius sekali. Aku tebak, kamu pasti berharap kamu cepat sembuh, 'kan?" Aku menggeleng dan menimpali, "Itu bukan harapan, tapi delusi." Erick termangu mendengarnya. Kemudian, matanya memerah.
10.6K viewsCompletedAdded to Library 424 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

“Aku menang, Pedro mati, semuanya mati, hanya aku yang menang. Ini takdir. Tuhan sudah mengukir.” Aku kian memangkas jarak. Dan mulailah terlihat kenop Bilik yang berdebu. Aku menarik Kunci sembari mengingat-ingat sebuah puisi karangan penyair yang namanya tak kusimpan. “Biarkan aku mati dengan tenang karena bulan tak selalu senang kehadiran pemenang yang haus akan kenangan. Karena bulan sungkan menjadi penenang antara aku dan cenayang.”
3.8K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Tanya Astari, saat suaminya pulang larut dari rumah Dena, lalu mereka bercakap serius di tempat tidur. Prana bercerita semuanya tentang peristiwa maghrib-maghrib di depan rumah Dena, termasuk mengungkap kasus perkosaan bergilir bagi para para bocah perempuan kecil, usai mereka bermain Hoom Pim Pah. "Itu bahasa Sansekerta, artinya Dari Tuhan Kembali ke Tuhan...." "Bagus maknanya, lalu Gambreng itu apa?"
3.6K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Love Puzzle Painting

Love Puzzle Painting

Mei mengangkat kepalanya dan tersenyum menatap anak-anak tersebut. "Izin mengamen ya, Kak," ujar salah satu anak yang membawa kicrikan yang dibuat dari tutup botol. Laskar pelangi Takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warnai bintang di jiwa Menarilah dan terus tertawa Walau dunia tak seindah surga Bersyukurlah pada Yang Kuasa Cinta kita di dunia Selamanya
2.4K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

"Kau masih mempunyai bola mata. Tidak seperti gurumu yang benar-benar sudah tidak punya. Tabib yang pernah merawat kalian juga bilang, matamu tidak sepenuhnya buta, hanya saja sulit untuk kembali pulih." Li Bai sempat bertanya mengapa bisa menjadi seperti itu, setelah Wu Shi kembali menjawab dengan jawaban yang sama bahwa ini semua adalah ulah pemimpin Tulang Naga, Li Bai hanya terdiam dan berdiri di depan mereka tanpa menjawab sepatah kata pun. "Karena goresan kuku yang tidak biasa, aku jadi yakin dia pengguna Teknik Terlarang," gumam Li Bai. "Itu sudah pasti," ucap Wu Shi.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mataku terbuka dengan tiba-tiba, dan aku merasakan sensasi tidak nyaman yang seolah terus menggelitik. Rasa ingin buang air kecil yang tak tertahankan lagi memaksaku untuk segera bangun dari tidurku. Ini mungkin akibat dari kegembiraan kami sore itu, ketika aku, Tedi, Nina, dan Rossi memborong es teh manis dari penjual langganan kami untuk merayakan kemenangan kami dalam mengungkap kasus pencurian yang dilakukan oleh Pak Udin.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Ifan meringis menahan perih, handuk kecil yang bu Asih gunakan untuk menyeka kulit Ifan terasa begitu menyakitkan. Bu Asih menyodorkan sebotol air mineral dan berkata “kamu lahir hari kamis wage, kamu memiliki energi spiritual yang kuat, sehingga menarik perhatian makhluk gaib, simpelnya makhluk gaib mudah tertarik padamu” “Berarti Ifan gak beneran diguna-guna dong” Ifan menimpali.
953 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as puisi teka teki
Read
+Library
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Perlahan tertelan waktu yang hampir lelah menunggu Tapi ia tetap memaksa diri untuk merinduimu. Katakan padaku, seberapa lama lagi aku harus menanti? Sampai kemarau berganti hujankah? Kemudian aku bertanya kembali pada sang senja Rumah manakah yang sebenarnya hendak engkau suguhkan untukku? Rumah sepi yang akan membuatku frustrasi? Ataukah rumah patah hati yang dapat membuatku ingin mati? *
9.167.9K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as puisi teka teki
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status