Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Jadi kita ini puisi.” Ilham menatapnya dengan cahaya lembut di matanya. “Puisi yang masih menulis dirinya sendiri.” Beberapa waktu berlalu tanpa bisa diukur. Tak ada matahari untuk memberi tahu pagi, tak ada bintang untuk memberi tahu malam. Tapi hati mereka tahu: waktu tetap bergerak. Waktu kini adalah rasa, bukan angka. Mereka berdua beristirahat di bawah pohon yang baru tumbuh — batangnya transparan seperti kaca, daunnya memantulkan bayangan wajah mereka. Pohon itu seolah hidup dengan detak jantung mereka.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Kita semakin asing, begitu asing Seasing kesunyian di hatiku yang merayap tiap malam-malam kelabu dengan ratapan dan jeritan yang merenggut hari-hari bahagiamu Seasing terik panasku karena kehilanganmu dengan salju dinginmu nan beku yang kuberharap dapat meluluhkan kebekuan itu Namun aku percaya, begitu percaya Jiwa kita, hati kita, keasingan kita, dan berjuta aksara yang tak pernah bisa menjadi kata-kata Bukanlah rintangan yang merenggut kebebasan dan jalinan sebuah persaudaraan Walau keinginan dan harapan Tak bisa menghadirkan perjumpaan Satu katamu Dan kita akan berjabatan hati, mendekatkan kedua telapak jiwa kita menyentakkan kesadaran bahwa sesungguhnya kita teramat dekat di sana kau ak
102.4K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Pada wujud ketampanan yang begitu ku nantikan Dan, Kaki ini bagai dua pasang kehampaan Lirih perih tersayat pedih yang kau goreskan Tanpa kau pedulikan rasa yang kau abaikan Dan, Kaulah kesemuan yang berpangku dalam nyanyian malam Sejenak syair memujanggakan rasa bersemi dalam luluhnya cinta yang bergeming menjauh pergi. Hati tak bisa dipungkiri dan hati tak dapat dibohongi. Terluka begitu saja, ketika pada suatu waktu, pujaanku tertusuk duri sembilu. Sakit itu ada padaku, meski rasa yang ku lihat hanyalah sebuah luka yang Tuhan beri pada seseorang yang tengah berdiri di hadapanku. Hati ini hancur, bagai dinding yang runtuh berkeping. Sukma mengadu pada lagu-lagu yang menjatuhkanku. Lirih pe
102.9K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
FROM THE WEDDING HALL

FROM THE WEDDING HALL

Lukas tersenyum kering dan menggeleng. “Bagaimana peran perasaan Abang dan juga perasaan Nesia?” tanya Lukas. “Perasaan?” tanya Remy tak mengerti kemana arah pembicaraan Lukas. “Kalau Abang tidak meyakini adanya cinta, mungkin Abang bisa menyebutnya dengan hati. Bagaimana hati Abang mengenai hubungan ini? Tidakkah Abang memiliki sedikit hati untuk dipertimbangkan?”
2.1K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Hati yang lemah

Hati yang lemah

"Wahai kaum adam, ketahuilah! selain hati rapuh kalian yang mudah terkoyak, ingatlah bahwa hati kaum hawa bahkan lebih rapuh lagi dari pada kalian dan jika hati kalian bisa terkoyak hanya karena hembusan angin, hati perempuan dapat terkoyak bahkan sebelum anginnya berhembus, hati kami berada satu langkah dari pada kalian dalam hal mudah untuk tersakiti, sekian! terima kasih atas perhatiannya!" Fera mengakhiri pidato singkat tak bermanfaatnya di depan kelas, dan tanpa ba bi bu dia langsung saja kembali ke tempat duduknya di iringi dengan suara jangkrik yang bergema diseluruh kelas. Teman-teman sekelas dan guru bahasa Indonesianya menatap kearahnya dengan mulut terbuka lebar, seolah tidak perc
2.8K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

“Baik. Aku akan datang. Aku sudah tak sabar mau menyingkirkanmu. Kamu jahat dan licik. Siapa pula yang bisa mencintai orang sepertimu?” Dan dengan itu, dia menerobos keluar dan menyeret putri yang berpura-pura hancur di belakangnya. Aku tidak bergerak atau berbicara. Hanya bersandar di kursi seolah tidak ada yang baru saja terjadi. Selena berdiri di dekat aku dengan sedikit perasaan ragu. “Kalau kamu… sedih karena ini,” katanya dengan lembut. “Tidak perlu ditahan. Boleh saja merasa sedih. Meski dia berengsek.”
6.8K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Bayangan Hati

Bayangan Hati

“Dulu aku sempat kaget saat tahu kau akan menikahi sahabatku sendiri.” “Dan kau belum memberi kami hadiah pernikahan,” sahut Ethan, pura-pura protes. Emma menjulurkan lidah. “Tenang saja, aku sudah menyiapkan sesuatu.” “Hadiah dari hasil kerja kerasku sendiri.” “Apa itu?” tanya Ethan, penasaran. Emma mengedip. “Rahasia. Nanti kuberi saat ada Libbie.” Setelah percakapan ringan itu, Emma mendesah pelan. “Aku sangat merindukan Mommy dan Daddy.”
545 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

“Aku nggak pantas jadi ibu? Justru orang paling nggak pantas itu kamu!” “Karena mencintaimu, aku bertahan dengan semua ketidakacuhanmu. Karena mencintaimu, aku diam meski kamu berulang kali memilih Tira daripada aku. Pada akhirnya, apa yang kudapat? Dikhianati oleh suami, ditantang oleh perempuan simpanan dan bahkan kehilangan anakku?!” “Jawab aku! Richard, jawab aku!” Aku berdiri dari kursi, emosiku meledak. Setiap kata keluar dengan nada penuh tuntutan.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Suaranya gemetar, tetapi dia terus melanjutkan. "Dan aku nggak seharusnya menjadikan rasa takutku sebagai alasan. Kamu bisa mendengar pikiranku, jadi aku pikir seburuk apa pun kata-kataku, kamu pasti akan mengerti. Aku nggak ingat kalau kamu memang mendengar cintaku, tapi kamu juga mendengar setiap luka yang kuberikan." Salju jatuh di bahunya, lalu mencair. Dia menatapku dengan kelembutan yang datang terlambat, canggung, tetapi nyata.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as puisi tentang hati dan perasaan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status