Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

Akhirnya, cairan bening yang lama terbendung pun terjatuh juga, membanjiri pipi tirus itu. "Senja, itu berharga. Dia sempurna, karena ada Langit yang selalu menjadi tempatnya bermuara. Senja, itu indah saat warna Langit membaur bersama warna jingga yang merona. Senja dan Langit, akan terus bersatu meski badai dan hujan menghapus warna Senja dan Langit, hanya dalam satu waktu." "Senja, sayang sama Langit." Foto dalam pigura, didekap hangat oleh Senja.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Senja Kututup senja ini dengan penuh kebahagiaan Allah telah mengisi hidup ini dengan penuh liku Bahagia, ataupun kesedihan Mereka hadir memberikan arti dan pembelajaran penting Masa lalu cukup menjadi kisah Hari ini kita jalani lebih baik Esok insya Allah akan menjadi berkah. Beginilah kisah hidup perjalanan Lestari.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Waktu yang kulalui bersamamu, dan waktu kau lalui bersamaku, menciptakan hamparan bunga yang kuharap tak pernah hilang di sini . . . Pukul 17.30 alias setengah 6 sore.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
Love in Kyoto

Love in Kyoto

“Apa? Kalian…berdua? Menara Kyoto?” * Tangisan senja, ketika awan Aku membalik, sebuah judul dari puisi yang kutulis Tangisan senja, ketika awan Apa kau tahu bagaimana membalik kalimatnya? Tangisan ketika awan senja, benarkah? Aku duduk menatap keluar jendela pesawat, Senja itu, saat kulihat awan berubah warna menjadi sedikit jingga
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Senja menulis dengan hati yang penuh cinta, membiarkan perasaannya mengalir bebas di atas kertas. Puisi itu tidak hanya menjadi ungkapan cinta, tetapi juga sebuah harapan. Harapan bahwa apa yang dia rasakan tidaklah sia-sia, bahwa mungkin saja Langit juga merasakan hal yang sama. Senja menulis dengan harapan bahwa suatu hari nanti, Langit akan membaca puisi ini dan memahami betapa dalam perasaannya. Cinta yang Tumbuh di Senja Di bawah langit senja, Ku temukan dirimu, tak terduga.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

Di suatu senja, di musim yang lalu Ketika itu hujan rintik Terpukau aku menatap wajahmu Di remang cahaya sinar pelangi Lalu engkau tersenyum, ku menyesali diri Tak tahu apakah arti senyummu (Widuri – Bob Tutupoly)
10818.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.4K kali sebagai puisi tentang senja
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
Amoy82
Dari semua novel yg kubaca di platform ini, karya ini adalah karya terbaik. Mulai dari judul yg memberikan makna lain. sampai isi. Jangan tanya soal tata bahasa, begitu rapi dan memerhatikan rima. Deskripsi suasana yang begitu rinci, membuat pembaca khususnya saya, menikmati dan merasa berada disana
q_ya
dulu pertama liat judul nya ga begitu tertarik, tapi setelah bingung baca karya njus yang mana lagi akhirnya aku bacalah..dan ternyata malah jatuh cinta yang kedua ... setelah yang pertama sama pak Roy..... tapi bukan berarti saya ga suka tokoh lain ka jus.. semuanya saya suka tp fav Om Roy&mas wir
Baca Semua Ulasan
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

“Apa kau sungguh nyaman berada di sini? Sepertinya kau sedang menulis sesuatu. Apa itu?” “Hanya sebuah puisi.” “Benar juga. Kau kan sekali mendapat penghargaan puisi. Apa yang kau tulis? Bolehkah aku melihatnya?” “Ya. Silahkan.” Loen kemudian mendekatinya dan sekarang dirinya melihat kertas yang bertuliskan sebuah puisi. Kata-katanya mengandung metafora yang cukup membuatnya terkejut dan seketika mencoba untuk bersikap seperti biasanya tanpa memperlihatkan apa yang kini sedang dialaminya. Damian yang melihat Loen cukup serius membaca karyanya itu, tidak lama kemudian dirinya tersenyum menyeringai tanpa diketahui oleh Loen. Setelah dirinya selesai membaca puisi tersebut, Loen kemudian mundur
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
SEBUAH PENGHIANATAN

SEBUAH PENGHIANATAN

Angin yang berhembus pun membisiku dengan lembut lalu mengatakan bahwa ia (angin ) tak ingin melihatku hidup dalam kesengsaraan lagi. Sebelum senja pamit, ia (senja ) hanya mengatakan bahwa aku harus bahagia menikmati hidup ini sambil membesarkan anak semata wayangku ketika ia sudah lahir ke dunia ini. Kata senja, ia (senja )masih ingin lama bertamu namun malam akan segera tiba mengantarkan pancaran cahaya rembulan dan bintang dilangit, agar aku tak bosan saat kesunyian malam datang untuk menemaniku.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
Menikah Paksaan

Menikah Paksaan

Sore sudah menjelang malam, dan mata hari mulai tenggelam meninggalkan siang menyambut sang malam yang menggantikan suasana siang. Senja yang berwarna merah terlukiskan indah di langit luas. Citra dan Yusuf duduk berdua di kursi panjang menghadap laut, dihiasi suara deburan ombaknya yang tenang dan angin yang sepoi-sepoi. Tiada yang bersuara kecuali deburan ombak dan suara angin yang halus menyapa tubuh keduanya serta riuhnya orang lain. di sekitaran situ.
9.819.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai puisi tentang senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status