Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Untuk Regan

Cinta Untuk Regan

caci ibu penuh emosi. “Aku ucapin makasih karena Ibuk berlapang dada mau besarin aku, walaupun cara Ibuk besarin aku seperti anak pembantu, aku tetep berterima kasih karena udah nampung aku selama ini. Hmm … tapi Ibuk enggak lupa kan, Ibuk peras keringat aku sampai detik ini demi mencukupi kebutuhan rumah kita. Aku sebenarnya enggak keberatan bantu Ibuk karena aku sayang banget sama Ibuk, tapi rupanya Ibuk selama ini masih menyimpan dendam kepadaku karena kesalahan wanita yang udah ngelahirin aku, padahal aku enggak tahu apa-apa. Ya udah lah ya, mau bagaimana lagi aku bukan anak Ibuk, udah bukan kewajiban aku kasih ini itu buat Ibuk, Ibuk minta aja sama anak perempuan Ibuk itu.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Gadis itu mematung, karena telah mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakan. "Um ... walau dia Ibu Angkatku, tapi aku sangat bahagia bersamanya, aku senang, bahkan aku sangat bersyukur. Dia Ibu yang baik, dan tentunya aku pun akan menjadi anak yang baik untuknya ... aku harap, aku selalu bisa bersamanya," jelas Kembang. Pandu tersenyum, lalu mengacungkan dua jempol.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Terima Kasih Ayah, Karenamu Aku Patah Hati

Terima Kasih Ayah, Karenamu Aku Patah Hati

Please, jangan memberiku kata–kata yang membuatku tak sanggup untuk meninggalkanmu, Ibu. Aku melepaskan pelukanku dan kemudian segera berpamitan, karena aku tak sanggup kalau harus mendengarkan kata–kata dari mulut ibuku lagi. “Arin pamit terlebih dahulu, Arin sayang sama Ibu.” Ku kecup Pipi Ibuku yang muai tampak kerutannya. Ibuku sudah tak lagi muda, tapi aku melihat semangat di wajahnya. Ibu membalas mengecup keningku dan mulai melepaskan pegangan tangannya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

Dari hati yang terdalam Ungkapan terima kasih Pada dirimu pendamping yang setia Terima kasih cintaku (Kasih cintaku) (Kau anugerah yang terhebat) Kau anugerah yang terhebat (Kau dikirim dalam hidupku) Untuk bersama meraih cintanya Senandung lagu cintaku (Cintaku) Dari hati yang terdalam (Dari hati yang terdalam) Ungkapan terima kasih Pada dirimu pendamping yang setia --- Indah tampak sedang sibuk menemani ibundanya di halaman belakang rumah mereka, saat Rakha mendekat. Melihat menantunya melangkah ke arahnya, ibunda Indah justru masuk ke dalam rumah. “Lagi ngapaian dengan ibu?” tanya Rakha, memeluk istrinya dari belakang. Mengecup puncak kepala sang istri.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Ibu, Aku Mau Ayah

Ibu, Aku Mau Ayah

"Iya, Sayang. Ini Ibuku, nenek kamu." "Sini, Nduk, aku peluk kamu." Ibu merentangkan kedua tangannya. Sedikit ragu, Felicia maju. Dia membiarkan Ibu memeluknya erat sambil menangis. Haru bercampur sedih menjadi satu di hati Ibu dan Adisti. Itu pula yang Vernon rasakan. "Terima kasih, Tuhan. Kau pelihara putriku dan cucuku. Akhirnya aku boleh melihat mereka, memeluk mereka. Terima kasih." Ucapan itu Ibu katakan dengan hati penuh syukur.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
CEO Tampan itu Suami Baruku

CEO Tampan itu Suami Baruku

Dia melihat ibunya yang perlahan menghilang. Hatinya tenang, kuat. seolah baru saja terobati. Tangan kecilnya memegang tangan ibunya di udara. "Terima kasih sudah melahirkanku Bu, aku tidak menyesal sudah hidup sebagai anakmu, dan aku tidak akan membuatmu meminta maaf lagi!" Sang Ibu tersenyum dan berbisik. "Karen jangan putus asa, mungkin kau tidaklah mandul!" ***
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
MY TOXIC Husband

MY TOXIC Husband

Pesan itu berbunyi, "Thanks sayangku, sudah belikan Mamiu sotonya. I love you so much Papiu." Sebuah kalimat sederhana yang menusuk hati Quensa lebih dalam daripada ribuan pisau tajam. Dada perempuan itu sesak, namun ia berjuang menahan air mata yang sudah hampir meluap. Dengan langkah gontai, ia tersungkur di sudut dapur, meringkuk dalam keheningan, membiarkan tangis tak bersuara meleleh di balik sunyi malam. Rasanya ingin menyerah, membiarkan gelap menyelimuti seluruh luka yang tak kunjung sembuh.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

"Terima kasih telah melahirkanku ke dunia ini, terima kasih sudah mendidikku, membesarkanku, dan melimpahi aku juga Yeon dengan kasih sayang kalian. Kini, aku sadar. Kata maaf dan terima kasih begitu penting dan memang jarang sekali untuk di katakan oleh seseorang. Maknanya begitu dalam, tapi aku jarang sekali mengatakannya. Padahal, itu adalah kata yang sangat sederhana. Aku menyesal, kenapa bukan dari dulu aku mengucapkan kata sederhana ini. "Ayah, ibu, aku mencintai kalian. Aku sangat mencintai dan menyayangi kalian melebihi nyawaku sendiri. Aku benar-benar menyayangi kalian. Terima kasih telah menjadi kedua orang tuaku. Dan, maafkan aku yang tidak bisa menemani kalian sampai akhir." Choi
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU

TERIMA KASIH TELAH MENCINTAIKU

“Kamu fokus saja sama apa-apa yang diperlukan untuk seserahan dan segala macamnya. Enggak perlu mikir sesuatu yang enggak penting buat dipikir. Kamu mengerti maksud ibu, Fik?” Fikri hanya mengangguk patuh. Ia tak mau menjadi penyebab kesedihan ibunya. Entah sedalam apa sakit hati yang dirasakan sang muara kasih terhadap sosok bapak biologis Fikri itu. (*)
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

cerita Kayla dengan mata berbinar penuh kebanggaan. Lintang tersenyum haru, membayangkan Kayla membacakan puisi tentang seorang ibu di hadapan teman-temannya. Dia pun bertanya dengan nada jenaka, "Kalau begitu, Puisi 'Ibu' itu Kayla persembahkan untuk siapa?" "Tentu saja buat Mama!" jawab Kayla tanpa ragu sambil melempar senyum lebar pada Lintang. "Mama adalah ibu bagi Kayla. Kayla sangat menyayangi Mama."
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai puisi terima kasih ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status