Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Malam kesepuluh pengepungan datang tanpa bulan. Bukan karena musim, bukan pula karena awan. Langit jernih seperti biasanya, bintang bertaburan dengan cara yang hampir mengejek. Namun, di tempat seharusnya bulan bertakhta, hanya ada kegelapan bulat yang sempurna, seperti mata buta yang masih menatap ke bawah, seperti sesuatu yang menunggu, seperti sesuatu yang tidak sabar.
10450 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
RINDU MENJANDA

RINDU MENJANDA

Aku memberikan itu, agar Bu Rindu tak melupakanku seiring berjalannya waktu. Suatu saat aku akan datang menemui Bu Rindu. Entah itu cepat atau lambat, setelah waktunya tepat nanti. Sudah dulu ya, Bu. Suratnya cukup sampai disini. Ada pantun lagi nih sebagai penutup. Empat kali empat sama dengan enam belas. Sempat nggak sempat nggak usah di balas. Heheheh. Salam dari lelaki yang mengagumimu.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Cahaya Bulan yang Merindukan Masa Indah

Apel bulat di tangan panjang dan kuatnya tampak seperti pahatan dari zaman Yunani kuno. "Kamu sudah bangun?" Mata Brian begitu jernih, ketika menatapnya, ada pesona yang mampu mengguncang hati siapa pun. "Kebetulan, apelnya juga sudah siap. Mau mencoba sesuap?"
12.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?” Aku dan Tomi saling bertukar senyum. “Setelah itu… lahirlah kalian, tiga bocah kecil yang selalu bikin rumah ini ramai.” Angin malam berhembus, membawa aroma bunga gardenia. Saat itu aku sadar, semua luka, penderitaan, dan air mata di masa lalu… benar-benar hilang bersama angin. [Tamat]
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Purnama kedua di puncak Lok San. Bulan menggantung bundar, cahayanya membasahi salju yang mulai menipis. Angin malam bertiup pelan, membawa aroma pinus dan keheningan. Sioh Bu duduk di batu dekat mulut gua, menatap langit. Ia masih tidak mengerti. Kenapa aku jadi ikut latihan? Kapan aku diterima? Apa aku cuma ikut-ikutan?
321 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Namun jujur, aku tidak sedang berkata ngawur. Karena, apa yang dirasakan oleh burung pungguk ketika memandang bulan? Rindu bukan? Nah, sebab, itulah yang sedang aku rasakan sekarang ini. Sudah beberapa kali pulang ke Bandar Baru namun aku tidak berhasil menemui Ika. Melihat wajahnya dari jauh pun tidak.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Sang Penggoda

Sang Penggoda

tanya Bulan pada sahabatnya. Rindu membuka matanya secara perlahan mendengar suara yang menyapa dirinya. Ia tersenyum manis pada sahabatnya, seolah Rindu ingin jika Bulan tidak bertanya lebih jauh padanya. “Aku merasa sangat kenyang, sehingga butuh sedikit sandaran. Aku tidak tidur, hanya memejamkan mata sementara,” jawab Rindu lembut pada Bulan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

"Tunggulah pembalasanku, Si Buta dari Sungai Ular! Sebentar lagi pasti kau akan modar di tanganku!" Kepala Penguasa Demit mendongak ke atas. Bulan purnama di angkasa bermuram durja dengan senyum hambar. Tak ada kegairahan di sana. Tak ada semangat di balik sinarnya yang berkilauan. Petaka apakah ini? -o0o-
1052.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pungguk merindukan bulan
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Tanpa bicara dia menunjuk ke langit-langit tempat ke arah lubang menganga yang menembus ke bagian puncak bukit Induk. Tak mengerti maksud isyarat Bocah itu. Angon Luwak dongakkan kepala menatap ke arah yang sama. Angon Luwak terkesima begitu melihat ada cahaya kuning keemasan menembus masuk melalui lubang yang gelap. Ini merupakan pertanda bulan purnama mulai berada di titik tertingginya "Purnama telah sejajar dengan kepala kita. Apalagi yang kita tunggu?" Tanya pemuda itu dengan perasaan cemas jantung berdebar.
98.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai pungguk merindukan bulan
Baca
+Pustaka
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Semua mata tertuju padanya. “Dan yang dia maksud dengan menyentuh gunung,” Lamina mengangkat tangannya sedikit, menggambarkan lengkungan samar di udara, “adalah saat bayangan bulan terpantul sempurna di permukaan danau. Ketika bulan berada di titik paling rendah di langit, cukup rendah hingga pantulannya seolah menyentuh bayangan pegunungan di air.” Keheningan itu berubah menjadi tekanan. Seolah udara di ruangan menjadi lebih berat, lebih kental.
9.6407.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.5K kali sebagai pungguk merindukan bulan
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Raisaa
Halo kakak pembaca semua yg baik hati dn masih setia dgn cerita ini.terimakasih banyak dn terimakasih krn terus mendukung cerita sy. sejauh ini sy Gk kehabisan ide dn ceritanya sesuai alur. terimakasih sy pd kakak semua yg msh berdiri disamping sy utk kawal cerita ini smpe akhir, sabar ya utk alurny
Agis Sat
aku dukung lagi kak..aku harap novel ini bisa masuk top 20,top 10 bahkan top 3.menurutku dirian&selene saling mencintai,mungkin dirian masih berpikir dia mencintai viviene tp menurutku dia mencintai istrinya tp belum menyadari perasaan sendiri.buat hubungan mereka semakin kuat dg konflik.sukses kak.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status